02/10/18

JUDI

02/10/2018. Suatu ketika sang ayah pernah berkata : " Jangan kamu benci judi, karena hidup ini adalah rupa-rupa judi". Saya terhenyak, tak percaya dengan ucapan sang ayah, dalam hati bertanya apakah ayah ini sedang menguji dan meminta pendapat saya atau memang dia beliau serius.

Lalu Ayah melanjutkan, : "Nak kamu itu terlahir sebagai anak ayah bisa diumpamakan dengan kartu pertama yang dibagikan pertama ketika akan bermain kartu 25", "kamu terlahir dalam keluarga ini, si A terlahir sebagai keluarga Bupati, si C terlahir dari ayah yang seorang Presiden dan si C yang terlahir dalam keluarga petani adalah sama hal dengan kartu pertama hasil kocokan sang bandar".

"kamu tak bisa menolak "jatah kartu pertamamu" dan kamu harus menerima dan memainkannya semaksimal kamu mampu untuk menang", lalu kamu bermain kartu, nah permainan kartumu harus disesuaikan dengan kartu yang dilemparkan orang agar cocok, kamu harus menyesuaikan diri dengan kartu temanmu, agar kamu bisa tetap "hidup" dan ikut bermain diantara sesamamu".

"Kamu bermain, menari-nari, kadang ketika langkahmu hampir mati, tiba-tiba kamu dibantu teman tanpa sengaja, tiba-tiba kamu bisa menang, kamu bisa menang meskipun  kamu punya kartu yang jelek, gak jaminan juga kamu akan menang jika kartumu bagus, tapi bisa juga kamu otomatis kartumu menang, jika sejak semula semua kartumu pasangannya (pair)nya banyak dan kamu punya banyak Joker dan AS (itu rezekimu sejak awal)".

Nah dalam hidup pun nak, perjalanan hidupmu bisa dirupa-rupakan sebagai perjudian, kamu memilih isteri yg baik, kamu menikahinya, eh belum tentu kamu akan pasti bahagia, bisa jadi istrimu sakit, meninggal dunia, atau kamu tidak punya momongan, kuatlah nak !, bisa jadi kamu buka usaha, berharap untung, namun kemudian menjadi buntung, bisa jadi kamu punya anak, kamu berniat mendidiknya dan berharap ia menjadi orang yang berguna, bisa jadi ia dipanggil yang Kuasa duluan.

Tidak ada yang pasti dalam hidup nak, makanya bisa dibilang kalau hidup ini adalah seperti perjudian, maka bijaklah dan berserahlah kepada Tuhan nak, jangan sombong dan selalulah rendah hati, hari ini kita beruntung, suatu saat kita bisa apes, tetap tegar dan selalu berserah dan jangan anti terhadap judi. 

26/09/18

Suka Duka Menangani Nasabah Koperasi Part III

26/09/2018. Setiap manusia pada dasarnya unik, begitu juga nasabah koperasi, unik dan orisinil, takkan ada yang sama dan perilakunya beragam.

Nah dibagian III, saya akan berbagi pengalaman saya dengan nasabah yang bisa dibilang banyak bicara dan bergaya seperti toke, ramah dan suka memberi hadiah, namun ternyata ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.

Nasabah ini diawal perkenalan, mengaku banyak kenal anggota /aparat, pernah masuk penjara karena membunuh, namun sekarang sudah tobat. Awalnya sebenarnya saja menolak memberi pinjaman kepada jenis nasabah seperti ini, karena saya sudah tahu, bahwa character mempunyai peran yang penting sebelum mengambil keputusan, namun karena ia mengajak teman tetangga rumah dan tetangga itu bersedia maka saya memberikannya pinjaman.

Awal pinjaman ia meminjam Rp. 1,3 Juta, angsuran berjalan sesuai dengan perjanjian, meskipun ada telat-telat waktu, dapat dimaklumi, jaminan awal adalah BPKB angkot.
Pinjaman kedua berjalan juga dengan lancar, pada pinjaman kedua, nasabah meminjam sebesar Rp. 2 juta, dan dibayar dengan lancar oleh nasabah tersebut.

Nah yang menjadi masalah adalah pada pinjaman ke -3, nasabah tadi meminjam sebesar Rp. 3.5 juta, sudah menjadi kebiasaan jika nasabah yang riwayat peminjamannya lancar maka untuk pinjaman berikutnya berpotensi untuk dinaikkan nilai pinjamannya.

Pada pinjaman ke-3 ini saya mulai agak ragu untuk memberikan pinjaman, sebelum memberikan pinjaman, saya melakukan survei ke rumahnya untuk memudahkan mencari lokasi nasabah apabila nasabah itu telat membayar, maka saya mendatangi rumahnya, ternyata rumahnya masih ngontrak.

Mengingat riwayat pinjaman sebelumnya baik, maka saya memberikan pinjaman itu, dan ia hanya berhasil mengangsur sebanyak Rp. 1,5 juta, ketika macet, saya berusaha menemui dengan mendatangi rumahnya, dan bertemu, ia minta waktu tempo, saya beri, sampai akhirnya saya mencarinya dan tidak ketemu dan ia sudah pindah ke Batam.

Saya berpikir, bagaimana caranya mencari orang ke Batam, dengan biaya yang tidak sedikit, bisa saja biayanya nanti lebih besar dari hutangnya, maka saya tidak lagi mencari nasabah tersebut, dan menganggap tagihan yang belum dibayar tersebut merupakan kerugian dari koperasi.

Yah, itulah tantangan usaha koperasi, nasabah yang minggat takkan mengurangi semangat kami berusaha di bidang perkoperasian, dan tentu saja setiap usaha memiliki tantangannya sendiri.

Takkan ada yang mudah untuk mencapai sesuatu.

#Salam Koperasi

Suka Duka Menangani Nasabah Koperasi Part II

26/09/2018. Seperti kisah sebelumnya pada part I, nasabah kali ini lumayan bengis, muka tembok dan tak tahu malu, dia yang minjam tapi lebih ganas daripada yang nagih, alasannya mulai dari kucingnya meninggal, keluarganya sedang kena musibah atau dengan alasan sedang tak punya uang.

Karakter, ternyata adalah bagian yang juga penting bagi industri jasa keuangan, (finance / koperasi, credit union, leasing, kredit  dll) dalam menilai nasabah sebelum memberikan pinjaman kepada calon debitur / nasabah.

Nasabah nakal, tentu saja sangat dihindari dalam industri jasa keuangan, namun terkadang semahir apapun kredit analis (orang yang menilai kelayakan nasabah) tentu saja ada margin error / kesalahan, sehingga terkadang tetap memberikan pinjaman kepada nasabah yang punya karakter jelek tersebut.

Singkat cerita, saya pernah memberikan pinjaman mikro kepada nasabah seperti itu, nilainya tidak banyak hanya sebesar Rp. 1,5 juta dengan jangka waktu pinjaman selama 1 tahun dengan angsuran Rp. 200 ribu/bulan.

Angsuran pertama lancar, namun pada angsuran ke dua - berikutnya macet dan tidak mau membayar, saya kemudian mendatangi rumahnya dan menagih dengan cara baik-baik, namun selalu saja ada alasannya, dan alasannya beragam dan sudah saja sebutkan diatas.

Sesampainya dirumahnya ia menjelaskan bahwa bukan ia saja yang menggunakan uang tersebut dan BPKB kendaraan yang menjadi jaminan di koperasi itu bukan miliknya, dan silahkan saja disita kendaraannya, karena bukan miliknya, namun saya menjelaskan bahwa ia yang menandatangani Surat Perjanjian Kredit (SPK) dan bersedia untuk membayar, namun tetap saja ia menyanggah.

2 tahun berlalu, pinjaman tidak lunas-lunas dan akhirnya sang pemilik BPKB datang ke koperasi untuk membayar, namun yang ia bayar hanya sejumlah uang yang digunakannya saja, tanpa bunga pula, hehe.... kadang-kadang aneh lah manusia ini, pada saat meminjam dijelaskan syarat dan ketentuan, dan ia mengatakan mengerti dan menyaggupi syarat dan ketentuan, namun pada saat akan pembayaran ia berkilah dengan banyak alasan.

Sampai saat ini setelah 2 tahun berlalu, yang berhasil ditagih dari pinjaman ini hanya sebesar Rp. 1.610.000.- hanya untung Rp. 110.000  dari pokok pinjaman, saya bersyukur memang bahwa pokok pinjaman sudah lunas, namun jika dihitung dari bunga bank masih rugi.

Lelah berdebat, koperasi kemudian tidak lagi menagih sisa tagihan yang belum dibayar karena menghindari perdebatan, disamping yang ditagih tak mengerti, kadang harus ada prinsip mengalah asalkan bisa terhindar dari masalah dan kembali ke prinsip dagang tadi, tidak semua dagangan harus untung ada kalanya kita harus iklas untuk rugi.

#Salam Koperasi

Suka Duka Menangani Nasabah Koperasi Part I

26/09/2018. Menjalani usaha koperasi bukanlah sesuatu perkara yang mudah, sama saja dengan yang lain, tentu saja punya tantangan dan rintangannya sendiri, dibutuhkan kesabaran, ketabahan, mental yang kuat agar bisa bertahan dan usaha tetap berjalan serta menekan angka kerugian.

Selama hampir berjalan 3 tahun, banyak pengalaman yang bisa diraih dan dijadikan guru dalam menjalani usaha ini, mulai dari nasabah yang fiktif (data dan alamat palsu), tidak mau membayar, hingga minggatnya nasabah.

Waktu dan pengalaman dalam menjadi guru untuk ke depan, bagaimana  menilai nasabah yang layak dan tidak layak untuk diberikan pinjaman.

Nah pertama kali ini saya akan memberikan kisah seorang nasabah saya, sebut saja namanya WATI, yang pernah menjadi nasabah saya dengan pinjaman sebesar Rp. 2 juta dengan angsuran selama 12 bulan sebesar Rp. 317 ribu.

Ketika itu dipertengahan tahun 2016, datang seorang nenek dan cucu yang datang ke koperasi kami untuk meminjam uang, setelah dijelaskan ketentuan dan bunganya ia lalu sepakat dan kami menjelasakan untuk pinjaman ini harus dilengkapi dengan jaminan berupa BPKB, setelah dijelaskan ia pun menandatangani Surat Perjanjian Kredit yang kami buat, setelah itu uang pun diberikan, kwitansi ditandatangani dan ia membayar biaya adm Rp. 15 ribu dan tabungan Rp. 5 ribu.

Setelah itu tidak pernah muncul kabar, satu bulan, dua bulan, tiga bulan juga tidak ada angsuran yang dibayar sesuai perjanjian, saya pun kemudian mencari rumah sang nasabah dan ditemukan dan ternyata pada saat dirumah tersebut bahwa sang nenek menjelasakan jika uang pinjaman tersebut tidak digunakan sepenuhnya antara oleh nenek tersebut, melainkan dibagi 2 dengan sang cucu, nah masalahnya adalah ketika akan melaksanakan pembayaran sang cucu ingkar janji dan tidak mau membayar. 

 Melihat situasi itu, sang nenek menjadi terjepit, karena jaminan BPKB miliknyalah yang digunakan untuk jaminan di koperasi pada saat meminjam, saya pun kemudian memberikan solusi bagaimana cara agar sang nenek untuk tetap dapat membayar angsuran, namun dengan keringanan tentunya, saya berpikir daripada uang koperasi hilang maka angsuran diturunkan dari Rp. 317 ribu menjadi Rp. 200 ribu / bulan, bagaimana koperasi tidak rugi dan tetap balik modal, meskipun sudah melenceng dari perjanjian awal.

Setiap bulan sang nenek tetap berusaha membayar, meskipun kadang macet sampai 3 bulan, koperasi harus tetap sabar, dan terus berupaya menagih bagaimana koperasi tidak tekor, karena sudah menjadi prinsip dalam perdagangan, tidak ada dagang yang selalu untung, dari beberapa item barang yang kita jual, tentu saja ada barang yang rugi dan ada yang untung, yang ada adalah bagaimana kita bisa menekan kerugian dan memaksimalkan untung.

Nah dalam koperasi juga ada nasabah yang tidak menguntungkan (Non Profit Loan / istilah perbankannya), namun tetap ada juga nasabah yang berkarakter baik dan selalu membayar dengan tertib dan sesuai perjanjian.

Sudah 2 tahun berlalu sejak pinjaman itu berlangsung, namun sampai saat ini pinjaman juga belum selesai, masih ada tagihan yang belum dibayar sebesar Rp. 300 ribu, namun untuk pokok pinjaman sudah lunas, sebuah fakta diluar estimasi, yang pada awalnya koperasi hanya berharap modal kembali, namun sekarang sudah ada untung Rp. 700 ribu.

Pengalaman itu memberikan saya pelajaran bahwa jika ada calon nasabah yang harus meminjam, maka sebaiknya kita tanyakan, untuk apa pinjaman itu dan apakah untuk dipakai sendiri ? jika untuk dipakai bersama, namun menggunakan jaminan salah satu orang saja, akan bisa menjadi masalah dikemudian hari.

# Salam Koperasi

13/09/18

Mengapa Rupiah Melemah,dan Bagaimana Cara mengatasinya ? Sebuah Pendapat

Sebulan ini, trending soal Dollar yang naik menjadi topik yang hangat dibahas, kejadian ini membuat situasi agak memanas, maklum sebentar lagi pilpres, bisa menjadi isu yang seksi untuk dijual dan digunakan untuk menjatuhkan lawa.

Nah, terlepas dari masalah politik tadi, kita coba untuk belajar membahas, apa yang membuat rupiah anjlok, apakah benar ini akibat kesalahan pengelolaan keuangan oleh pemerintah, atau ada faktor lain.

Nah dalam perdagangan dunia, dikenal istilah ekspor-impor, ekspor- impor ini sangat mempengaruhi arus peredaran / perpindahan uang dari suatu negara ke negara lain, jika negara A lebih banyak melakukan ekspor daripada impor, maka uang dari negara lain lebih banyak masuk kenegara A, karena akibat penjualan, maka terjadi pembayaran, dan ada perpindahan uang yaitu keuntungan yang masuk ke negara A.

Sebaliknya jika negara A lebih banyak melakukan impor, maka lebih banyak uang yang keluar dari negara itu, maka uangnya akan pindah ke negara sumber impor tadi. Nah dalam perdagangan antar negara jika neraca ekspornya - impor defisit / kalah bayar makan mata uang negara itu akan turun.

Kemudian mata uang suatu negara juga dipengaruhi oleh gross product domestic (produk dalam negeri), apakah negara itu sedikit / banyak menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan negara itu sendiri, dan apakah hasil produksinya bisa dipasarkan ke negara lain atau malah impor, sehingga uang dari negara itu berpindah ke negara lain.

Kualitas barang ekspor juga berpengaruh terhadap nilai ekspor dan impor, dan tentu akan mempengaruhi jumlah arus kas masuk-keluar uang dari sebuah negara. Sebagai contoh adalah negara kita mengekspor karet ke luar negeri dengan misal harga Rp. 20.000.-/kg, namun kemudian kita mengimpor ban mobil yang dengan ukuran 2 kg dengan harga Rp. 400.000.- ada defisit neraca antara nilai ekspor kita dengan nilai impor, atau dengan kita mengekspor bijih besi, namun kemudian kita mengimpor mobil Ferrari, tentu saja neraca kita defisit besar akibat angka ekspor -impor yang berbeda jauh nilainya.

Mata uang juga dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia suatu negara untuk menciptakan sebuah produk yang dapat digunakan oleh negara lain / dibelahan dunia lain, contoh : beberapa negara maju menciptakan produk yang digunakan oleh negara berkembang seperti Facebook, WA, media sosial, tehnologi komputer dll, sehingga penggunanya ada di seluruh dunia, maka uang dari seluruh dunia masuk ke negara itu dan membuat uang dari seluruh dunia berpindah ke negara pencipta tehnologi itu.

Tenaga kerja di luar negeri, juga berperan dalam masuknya uang ke negara kita, dengan bekerja diluar negeri dan setelah gajian, uangnya masuk ke negara kita, maka jumlah uang yang beredari di Indonesia akan bertambah dan menguatkan nilai mata uang. 

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk memperkuat nilai mata uang sebuah negara ? caranya banyak, antara lain :
1. mengurangi penggunaan produk-produk luar seperti alat elektronik, gadget, internet, dll.
2. menambah ekspor dan mengurangi impor.
3. menambah tenaga kerja diluar negeri.
4. memberikan pajak tinggi bagi barang impor.
5. mengurangi pajak ekspor.
6. membeli alat elektronik buatan dalam negeri.
7. menciptakan situasi yg aman dan kondusif, sehingga geliat investasi bertumbuh dan uang dari negara lain masuk ke negara ini.
8. berhemat, dengan berhemat kita bisa mengelola uang dengan baik, sehingga bank bisa tumbuh dengan baik dan negara punya cadangan uang.
9. menggunakan mata uang negara sendiri.
10. meningkatkan SDM sehingga bisa menciptakan produk yang diminati negara lain sehingga uang dari negara lain bisa masuk ke negara kita
dll....


Ayo guys kurangi menggunakan produk luar negeri dan tingkatkan SDM kita dengan rajin belajar, agar kita bisa bersaing dengan tehnologi dari luar.

Sekian Kali ke Jakarta, Jakarta masih jadi tempat Eksotis untuk dikunjungi.

Selasa,/11/09/2019. Berangkat pukul 17.40 WIB dari Jambi, melalui bandara Soekarno Hatta Jambi, situasi agak mendung, musim hujan telah mengguyur Jambi, agak khawatir memang, mengingat cuaca yang agak mendung, maklum agak sedikit takut jika cuaca buruk. 

Pengalaman ketika  akan mendarat di kota Bandung yang dulu menakutkan membuat seakan pengalaman itu terulang kembali, ketika pesawat Citilink yang saya tumpangi melewati awan yang kosong sehingga pesawat hampir jatuh karena kehilangan tumpuan.

Sekitar 19.00 WIB kami sampai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten, bandara yang memiliki tampilan baru, Ultimate 3, megah, gagah dan luas, yang diresmikan oleh presiden Jokowi, banyak kenyamanan di bandara ini seperti area yang bersih, wifi gratis, golf car, escalator berjalan, dan berbagai tempat makanan yang bagus.

Kami menggunakan taksi pribadi ke hotel Oasis Amir yang terletak di daerah Jakarta Pusat, setelah sampai kami check in dikisaran harga Rp. 600.000.- semalam dan masih masuk kategori budget kami.
Lokasi hotel ini termasuk strategis, dekat dengan Mall Atrium Senen, sehingga akses untuk mencari makanan dan hiburan mudah dicapai.

Hotel ini ternyata hotel yang sudah berumur, didirikan sekitar tahun 2000, terletak di jantung kota, sehingga memudahkan untuk mencapai lokasi perkantoran. 

Sekian kisah perjalanan kali ini. 

07/09/18

Malang Kota Apel

Selasa 4/9/2018.  Kami berangkat dari Palembang menuju malang pada pukul 07.40 Wib dari Bandara Sultan Badharudin II Palembang, transit via Jakarta, sampai di Jakarta pada pukul 08.40 Wib, penerbanga memakan waktu 1 jam 15 menit.

Suasana penerbangan yang nyaman dan snack yang diberikan kru pesawat garuda, serta beberapa film menarik, membuat penerbangan ini berjalan dengan nyaman dan sampai di Jakarta tepat waktu, namun pada saat pendaratan ada salah satu penumpang yang menjerit pada saat pesawat mendarat di landasan pacu, teriakan penumpang membuat pemumpang lain ciut, hehe...

Mungkin saja pada saat mendarat, si penumpang tersebut tertidur dan pada saat mendarat terjadi hentakan, ia mengira bahwa pesawat itu mungkin terjatuh, akibatnya dia menjerit...

Mendarat di Malang, kota apel, bukan pengalaman yang pertama bagi kami, kamu sudah sering ke sini dalam rangka pemeriksaan ahli pidana dari Universitas Brawijaya Malang, secara geografis malang merupakan dataran yang tinggi, sehingga cuaca di Malang lebih dingin. 

Sampai di bandara, kami memesan mobil taksi bandara yang berplat hitam, dengan ongkos Rp. 150.000.- kami diantar oleh supir ke hotel Swiss-Belinn, hotel yang lumanayan lengkap dengan fasilitas gym, dan kolam renang, serta wifi.

Kota Malang terkenal dengan beberapa spot wisata yang bagus diantaranya wisata petik apel di Batu, museum angkut. Untuk wisata panen apel, kegiatannya lumayan asyik, kita bisa panen apel dan makan buah apel sepuasnya di lokasi, namun ketika akan keluar dari lokasi jumlah apel yang kita panen akan ditimbang dan dibayar.

Museum Angkut juga merupakan destinasi yang menarik untuk dikunjungi karena di museum itu, semua alat angkut yang pernah dibuat, mulai dari kendaraan mobil zaman tempo dulu hingga yang terbaru.

Gunung Bromo, merupakan lokasi eksotis yang juga bisa dikunjungi, namun saya belum pernah kesana, sehingga saya belum bisa bercerita soal Bromo, hehe

Palembang, Kota yang Menarik

- 03/09/2018 - Saya berangkat dari Jambi menuju Palembang menggunakan pesawat Garuda ATR jenis Bombardir, bandara Sultan Thaha Jambi kini lebih indah dengan tampilan yang lebih modern dan enak dipandang, setelah bangunan baru bandaranya diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Jambi-Palembang hanya ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit, jarak tempuh yang singkat memang, dibandingkan rute Jakarta yang memakan waktu 1 jam dan 5 menit, sangat nyaman dibandingkan dengan jalur darat yang bisa memakan waktu 5-6 jam perjalanan, untung saja, rute penerbangan Jambi- Palembang sudah tersedia setiap hari. 

Tak sabar ingin segera sampai di Palembang, apalagi bulan ini ada event besar se Asia dilaksanakan di Palembang, Asian Games, tentu saja akan ramai, pikirku, ingin segera melihat hasil dandanan baru kota Palembang menyambut Asian Games ini.

Tak terasa, landing position sudah diucapkan oleh Kapten pesawat, yang artinya sebentar lagi akan melakukan pendaratan, dan saya pun mendarat di Bandara Sultan Badharudin Palembang, pendaratannya sedikit goyang, mungkin akibat adanya angin, namun tidak begitu besar hentakan roda ke landasan pacu.

Sampai di bandara, saya turun pesawat dan mencari taksi menuju hotel, harga taksi menuju hotel sebesar Rp. 150 ribu, harga yang tidak begitu mahal dan juga tidak begitu murah, sedang-sedang saja, saya diantar ke hotel Sintesa Penisula Hotel Palembang, yang sebelumnya saya pesan lewat traveloka.com, harganya Rp. 561.186,- (nett), harga yang sesuai dengan budget kantor, maklum ini adalah perjalanan dinas, bekerja sambil jalan-jalan.

Dalam perjalanan saya berbincang-bincang dengan supir, dan bertanya apa perubahan yang begitu dirasakan oleh orang Palembang sebagai imbas event Asian Games, dan supir itu mengatakan bahwa "sepi" dan tidak banyak perubahan yang berarti pada kegiatan Asian Games ini, karena kata beliau, beberapa cabor (cabang olahraga) yang dipertandingkan di venue yang ada dipalembang adalah cabor untuk kalangan menengah atas seperti Cabang menembak, cabang panjat dinding dll, sehingga masyarakat biasa tidak begitu excited dengan cabor tersebut.

Nah untuk cabang olahraga seperti Volley, Bulu Tangkis, Takraw dll banyak dipertandingkan di Jakarta, mengingat lokasi pelaksanaan Asian Games ada di Palembang dan Jakarta.

Nah yang terbaru dari Palembang konon katanya adanya monorail yang melintasi sungai Musi dan itu adalah jalur baru yang baru saja diresmikan oleh presiden Jokowi.

Banyak hal baru di Palembang, Palembang Kota yang indah, bisa menjadi salah satu tujuan travelling yang menarik.

Koperasi

Saya punya cita-cita jadi Bankir, nekat banget ya, hehe, kata Bankir mungkin kata yang belum begitu awam di telinga, maklum kata ini adalah kata para kalangan atas yang punya modal besar alias Kapitalis.

Butuh modal milyaran untuk membuat sebuah bank, untuk sekelas Bank Perkreditan Rakyat pun kini harus punya modal milyaran, hehe, agak sulit sepertinya untuk mencapainya dan butuh waktu lama untuk mencapai cita-cita menjadi owner sebuah bank.

Tapi cita-cita haruslah dipegang teguh dan diupayakan, toh kita kan gak bayar untuk mempunyai sebuah cita-cita, makanya saya memulai sebuah koperasi, sistem bank dan koperasi sebenarnya hampir sama, ada koperasi yang mirip usahanya dengan bank yaitu Koperasi Simpan Pinjam, yang mana pola kerja dan usahanya hampir sama, perbendaannya hanya pada badan hukum, kekuatan modal dan tehnologinya saja yang berbeda.

Modal koperasi lumayan terjangkau, dengan modal yang tidak ditentukan oleh kementerian koperasi, maka koperasi dapat didirikan oleh minimal 20 orang anggota, ya mudah mudahan koperasi yang kami bangun ini suatu hari akan besar dan bisa cukup modalnya untuk mendirikan sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

03/09/18

Mengapa Hoax Berbalut Dogma Begitu Mudah Dipercaya ?

Suatu ketika teman saya mengatakan bahwa seorang Astronout asal Rusia pada saat di luar angkasa mendengar sebuah panggilan beribadah dan akhirnya ia pindah agama.

Ada lagi, teman saya percaya jika dahulu ada perjalanan melintasi angkasa dan dilakukan dalam beberapa jam.

Atau ada atom emas yang dapat menyebabkan kanker karena atom emas dapat terurai ketika dipakai dan masuk ke dalam aliran darah dan dapat menyebabkan kanker. 

Saya sebenarnya tidak mau ngurusin, akan tetapi mengusik pemikiran saya juga lama-lama, karena hal itu terus diucapkan dengan terus menerus.

Sebenarnya itu hanyalah HOAX, karena : 
  1. Seorang astronout Rusia mendengar sesuatu panggilan di luar angkasa, tidaklah mungkin, krn suara merambat melalui medium udara, jika tidak ada udara tidak mungkin gelombang suara akan merambat dan terdengar.
  2. Tidak mungkin dapat melakukan perjalanan ruang angkasa jika tanpa tabung oksigen, coba cek tahun berapa tabung oksigen ditemukan
  3. Emas tidak menyebabkan kanker, dan tidak terurai dan masuk ke dalam darah ketika dipakai...
Kita harus bisa membedakan antara ruang kepercayaan dan ruang sains, kepercayaan adalah kepercayaan dan bukan kebenaran, sedangkan sains adalah kebenaran yang telah melalui uji praktek dan percobaan, jadi harus bisa dibedakan antara kepercayaan dan kebenaran ilmiah.

Sifat Hewan dalam Diri Kita

Walaupun manusia sudah melewati tahapan evolusi selama ribuan tahun, mungkin bahkan jutaan tahun yang lalu, namun sifat - sifat hewan ini masih tinggal di dalam diri kita.

Rasa serakah, takut, khawatir, keinginan untuk berkelompok membentuk kawanan untuk saling menjaga dan sifat-sifat lainnya masih saja dapat ditemukan dalam kepribadian kita.
Tak disangka, sifat ini masih berlaku bahkan di negara yang kita anggap sudah maju seperti Amerika.

Tak diduga, pada pilpres AS Donald Trumph menang menjadi presiden AS dengan membangun sentimen rasisme dan ketakutan akan kelompok tertentu membuat rakyat AS memilih Thrump. Sementara saingannya yang lebih moderat dan humble (ramah) kalah oleh rasa takut sebagian besar rakyat Amerika.

Manusia memang unik, memori mereka, alam bawah sadar mereka, pengalaman mereka dan harapan serta cita-cita mereka dapat dipengaruhi, rasa takut dan tidak tahu membuat seseorang mudah sekali untuk dipengaruhi dan dibelokkan sesuai dengan keinginan sang pemandu.

Karena rasa rakus dan takut banyak orang bersedia untuk merampok, membunuh dan melakukan hal jahat lainnya karena takut nanti tidak bisa survive dalam hidup.
Sejarah juga membuktikan jika peperangan dan pembunuhan di zaman purba, pertama kali juga dilakukan karena perebutan sumber daya alam dan ketakutan akan tidak bisanya sebuah kelompok atau klan untuk bertahan hidup, sehingga mereka menyerang klan lainnya untuk bisa menguasai sumber daya alam /pertanian mereka.

Dalam seleksi alam dan evolusi juga, gen terkuatlah yang akhirnya diturunkan ke generasi berikutnya dengan harapan spesies tersebut bisa terus hidup sampai generasi berikutnya, adalah hal yang sering kita lihat dalam dunia hewan jika kawanan hewan selalu punya raja / ketua, dan raja / ketua memiliki banyak sekali pasangan untuk kawin, sedangkan jantan yang lemah akan kesulitan mencari pasangan, si betina akan senang untuk menerima gen dari pejantan yang perkasa dengan harapan untuk memiliki keturunan yang perkasa pula.

Maka jangan heran bahwa saat ini ada calon yang menebarkan ketakutan, menceritakan kisah horor dengan harapan banyak orang yang ketakutan sehingga untuk menghilangkan rasa takut itu mereka akan memilihnya...


Less Human ( Kurangnya Rasa Kemanusiaan )

Ada kala suatu ketika, seorang berkata, bukankah cara kami beribadah sudah baik dengan memberikan kamu juga kesempatan untuk beribadah.

Saya pun menanggapinya dengan skeptis, C'mon !, hak beribadah itu bukanlah pemberian, itu adalah hak yang melekat pada manusia ketika ia dilahirkan, apa kamu gak pernah membaca poin-poin dalam Hak Asasi Manusia.

Bukankah setiap orang berhak untuk hidup, beribadah, berpolitik, memiliki harta, meneruskan keturunan, dll.....
Sekali lagi, itu hak, bukan pemberian dari seseorang atau kelompok kepada orang lain, bahkan bukan pemberian dari penguasa atau raja, itu adalah hak pemberian dari Tuhan, kecuali kamu menganggap dirimu sebagai Tuhan, hehe.

Ya kita gak boleh ngomong begitu, justru kita harus menyadari jika hak asasi adalah hak yang melekat pada setiap pribadi manusia, bahkan calon bayi di dalam kandungan pun berhak untuk hidup, makanya ada undang-undang dan pidana bagi pelaku aborsi...

The Holy Land

Holy landku hanyalah semboyan, semboyan bagi sebuah pembeda lokasi, toh tanah itu masih diduduki oleh penduduk, penduduknya masih hobi "ee" dan mandi cuci kakus, limbahnya dibuang ke dalam tanah maupun ke sungai-sungai.

Pipis meresap ke dalam pusat bumi akibat gaya tarik bumi, disaring oleh tanah-tanah ataupun menguap bersama udara panas, meninggalkan sisa-sisa residu kehidupan, menjadi bahan organik yang subur bagi kehidupan selanjutnya.

Ah, aku mengguman, bukankah kekotoran adalah sumber kehidupan bagi organisme baru lainnya, dan bukankah daun yang membusuk menjadi sumber makanan bagi cacing-cacing?

Bukankah tempat yang kotor adalah tempat yang paling subur ? bukankah rahim berada tepat dibawah dekat dengan bagian yang bau itu ? wkwkww...tak mampu aku menyebutkan karena saru.

Holy land mungkin hanya sebutan bagi mereka yang merindukan kepuasan, kepuasan untuk memenuhi rasa rindu akan sang pencipta mereka ? tapi bagiku tanah dimanapun adalah sama, tempat berdiri, bercocok tanam dan menopang hidup dan suatu saat aku akan kembali ke dalam tanah dan menjadi bahan dasar untuk menopang hidup mahluk lainnya.


10/06/17

Perjalanan Spiritual seorang kutu buku

Saya tidak tahu mengapa saya suka buku...kegilaan terhadap buku sepertinya membuat saya gila.
Kelas 6 SD saya sudah selesai membaca kitab saya, habis dari awal hingga akhir.

Kegilaan membaca buku masih berlanjut sampai SMA, malahan ditahap ini kegilaan saya mencapai puncak, mungkin akibat keinginan untuk mencari jati diri semakin kuat.

Pertanyaan : apa tujuan hidup, apakah aku ADA, dan apa yg dimaksud dengan kesadaran membuat saya gila buku selain saya juga suka sains.

Kebetulan di kota saya ada perpustakaan daerah, saya rutin meminjam buku kesana, bacaanya lumayan berat seperti buku Karl Mark, Stalin dan Leninisme.

Saya terus saja membaca dan menemukan pengetahuan pengetahuan baru yg mungkin bagi sebagian orang itu adalah ilmu terlarang, ha...ha..ha..
Padahal sebenarnya ajaran dan teori itu adalah sumber kebijaksanaan. Sperti pengertian sosialisme, ateisme, bagaimana mengelola kekayaan negara untuk kepentingan bersama.

Atau ajaran Marhaneisme yg sejatinya memuliakan para buruh dan rakyat jelata.

Tapi sudahlah....toh itu tak berpengaruh terhadap ilmu itu sendiri.

Pencarian pun berlanjut melalui buku-buku...saat ini pencarian malah ke dalam diri dan lingkungan saya, saya pun kemudian membaca buku The Da Vinci Code, gambar "cawan anggur" maria, buku Judaisme, atau buku-buku terkait agama, Kahlil Gibran, Angel and demons dll...yg intinya isinya adalah kontroversial.

Buku Buddha tak luput juga dibaca, dan beberapa buku lain yg kontroversial lainnya.

Akhirnya aku tersadar dan memahami mengapa Mother Teresa, Mahatma Gandi, Dalai Lama atau Gusdur bersikap plural dab humanis, mengapa orang orang besar menjadi terhapuskan sekat - sekat kelompoknya dan mengangungkan kemanusiaan dan cinta kasih.

Sains adalah penunjuk arah bagiku, ilmu saja tanpa pembuktian hanyalah omong kosong, saya dulu gemar dengan fisika, biologi dan kimia, saya menyelami pengertian mengenai sel, molekul, atom, elektron, dan lain-lain, saya belajar mengenai asal usul kehidupan tentang sup purba kehidupan.

Bagaimana materi dan anti materi sebagai penyusun dasar kehidupan,, kemudian loncatan kesadaran yg membuat seluruh molekul bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan secara besama dan terorganisir.

Lalu saya mencari pengertian kesadaran melalui filsafat Plato, Socrates, Ibnu rusd, atau Thomas Aquinas (filsafat khatolik),

Saya baca buku politik, machaveli, bagaimana cara memperoleh kekuasaan dengan cara apapun termasuk segala cara.

Saya belajar gold glory gospel, metode dalam penjajahan.

Kebudayaan juga salah satu bagian yg tidak saya lepaskan dari perhatian saya, hasil cipta karsa setiap manusia di muka bumi kita nikmati tanpa ada batasan pengguna, siapa saja boleh termasuk WA ini.

Saya semakin humanis, saya semakin menjadi manusia, bahwa saya akan menghargai setiap manusia dan menghargai sesama, bukan karena apapun, namun lebih karena saya ini manusia

Saat ini pencarian saya masih berlanjut, saya masih membeli buku (meskipun saya bukan orang kaya) saya selalu menyisihkan uang jajan saya untuk beli buku.

Saat ini saya sedang menggemari ajaran spiritualitas, Ajaran Israel dan kejawen jawa sepertinya sangat menarik saat ini.

Saya jarang bicara agama saya, bukan karena saya tidak beriman, tapi karena saya sadar bahwa manusia adalah sumber kelemahan, sejak lahir pun sudah butuh makan, sangat lemah akan godaan.

Makanya saya menghindari pembicaraan soal agama, saya sangatlah lemah soal dosa, ada wanita cantik saja saya langsung noleh (wkwkkwk) naluriah alami lelaki.

Dalam kelemahan dan ketidakberdayaan saya, saya terkadang menjerit kepadaNya, dan bertanya apa tujuanMu menciptakan aku? Aku dengan segala kelemahan, dipaksa berlajan dalam kejamnya kehidupan.

Tapi aku percaya jika pengampunan adalah sebuah hadiah, bukan sebuah pencapaiab atas ibadah, kita manusia lemah sedari lahir, tak akan mampu berjalan seperti malaikat diantara keterbatasan.

Makanya saya tidak pernah dan kalau bisa jangan pernah bicara ibadah.

Salam damai

Bahwa keberagaman hanyalah casing....inti dari kehidupan adalah cinta kasihkasih












Apakah Tuhan membutuhkan Ibadah Kita ?

Ibadah, banyak orang melakukan ibadah, melakukan ibadah secara rutin dan teratur. Namun pernahkah kita bertanya ke dalam hati apakah tujuan dari ibadah.

Memuji tuhan adalah salah satu cara beribadah, dengan memuji tuhan maka hati kita terpuaskan, namun puas akan apa? itu menjadi sebuah pertanyaan, kala setiap orang berlomba-lomba beribadah.

Namun pernahkah kita berdiam, menyelam ke dalam diri, masuk ke dalam keadaan diam, tanya jawab kepada diri sendiri meninggalkan segala macam doktrin dan yang pernah masuk ke dalam kedua telinga kita, terkadang kita terlalu banyak menerima informasi, kepala kita puyeng.

Ibadah pada awalnya muncul akibat rasa takut manusia akan ketidak-pastian masa depan, ketakutan akan petir yg menggelegar atau ketakukan akan pohon besar, rasa takut menimbulkan rasa tunduk, ingin ditemani dan ingin didampingi. Maka ia memberikan sesembahan kepada pohon besar karena rasa takutnya.

Ibadah juga dijadikan sebagai alat untuk mengisi ruang hampa di dalam hati, keraguan dapat diisi dengan ibadah, bahwa manusia "mengira" dengan memberikan sesembahan, ibadah dan puji-pujian adalah cara untuk mendekatkan diri, namun apakah benar tuhan  membutuhkan ibadah kita ?.

Apakah dengan tidak beribadahnya manusia, maka eksistensi tuhan akan lenyap ?, apakah dengan tidak beribadahnya manusia maka tuhan akan lenyap? apakah alfa dan omega tidak terjadi jika manusia tidak beribadah ?

Apakah Ia begitu lemah? sehingga Ia memerlukan puji-pujian darimu? bukankah kamu yang lemah sehingga kamu membutuhkan pertolonganNya? jadi dimanakah letak kesombonganmu kepada sesama mu wahai manusia ?

Ibadah manusia sebenarnya tidak berpengaruh kepada tuhan, karena tuhan sang MAHA tidak membutuhkan pujian atau apapun, segala kehormatan, keindahan, dan ke-MAHA-an ada padaNya.

Ia telah dulu ADA sebelum ruang dan waktu tercipta, dan ia akan selalu ada meskipun ruang dan waktu musnah, ia juga telah ADA sebelum aku, kamu dan kita mencapai kesadaran dan pengertian akan "keberadaanya", ia disebut dalam banyak nama dalam banyak zaman.

Justru manusia lah yang membutuhkan ibadah, untuk mengingatkan dirinya, untuk membuatnya rendah hari, jika nun diluar sana masih ada kekuatan di luar diri manusia yang MAHA segalanya.

Jika kemudian "ritual" manusia membuat sang manusia merasa "lebih" dari manusia lainnya, maka sebenarnya manusia tersebut sudah mengambil wilayah "domain" pekerjaan tuhan. Ia berperan menjadi tuhan bagi sesama manusianya.

Tuhan tidak butuh ibadah, manusialah yg butuh ibadah untuk menguatkan dirinya dalam kelemahan.

Rahayu....

05/06/17

Kecemburuan Kesalehan

Apa maksud kecemburuan kesalehan? Sebuah kalimat yg baru, namun mungkin bisa mewakili situasi ketika Kain dan Habel sebagai generasi kedua yg menghuni bumi. Setidaknya itulah yg dipercayai sebagian besar manusia.

Cemburu dalam kesalehan, apa maksudnya?, maksudnya adalah ketika seseorang membandingkan nilai ibadahnya dengan orang lain yg seiman dengannya atau juga berbeda iman.

Dalam seiman, ibadah juga terkadang dijadikan ajang kompetisi, namun kompetisi ini tidak terlalu vulgar untuk diungkapkan. Namun faktanya hal ini benarlah adanya, lihat saja banyaknya aliran atau mazhab / sekte didalam sebuah agama, yg pada awalnya muncul akibat "keyakinan" bahwa cara beribadahnyalah yg paling baik, paling benar dan konon paling diterima oleh yang dipujanya.

Dalam beberapa negara, malahan konfrontasi antar aliran aliran dalam satu iman ini malah begitu ekstrim, mulai dari dilarang berinteraksi bahkan saling membunuh.

Kecemburuan kesalehan juga muncul antar iman yg berbeda, kecemburuan bisa muncul akibat cara beribadah yg berbeda-beda, bisa jadi karena cara beribadah orang lain begitu mudah, namun kok bisa diberkati oleh Tuhan, sementara kok kami cara beribadahnya begitu rumit namun hasilnya mungkin saja sama bahkan dibawah mereka.

Kecemburuan kesalehan, membuat sebagian orang begitu mudah menyatakan orang lain sebagai orang yg tersesat, bisa jadi dirinya begitu kelelahan beribadah namun cemburu.melihat orang lain bersantai santai dalam beribadah, di dalam hatinya ia tidak bisa menerima jika orang lain lebih mudah hidupnya dalam beribadah.

Kisah Kain dan Habel adalah kisah klasik, bahwa penilai ibadah bukanlah manusia, bahwa yg menentukan dan mengetahui isi hati kita adalah Ia semata

04/06/17

APAKAH AKU BISA MEMILIH ?

Kita adalah jiwa-jiwa yg terjebak dalam tubuh yg berbeda.

Terlahir sebagai tubuh pria maupun wanita.

Terlahir dalam suku ini dan suku itu.

Terlahir dalam keluarga beragama A atau B

Terlahir dalam keluarga kaya atau miskin.

Terlahir dalam keluarga pejabat atau rakyat jelata

Terlahir dalam warna kulit hitam, cokelat, sawo matang atau agak kemerahan.

Terlahir dalam tubuh berambut pirang, hitam, lurus atau keriting.

Apakah aku bisa memilih agar bisa dilahirkan dalam keadaan tertentu ?

Lantas mengapakah kita masih menistakan perbedaan?

Perbedaan terlahir sebagai bawaan lahir...tak bisa diubah dan itu adalah rencanaNya dari awal penciptaan.

Meskipun dengan sangat mudah Ia bisa membuat semuanya seragam?

Perbedaan membuat hidup dan kehidupan makin berwarna.
 
#salam damai

PENTINGKAH SEBUAH INDENTITAS ?

Dahulu kala....ketika bumi pertama kali terbentuk....dan manusia belum "menamai" nama-nama hewan dan tumbuhan yang ada di bumi, banyak hewan dan tumbuhan belum memiliki "identitas" untuk memudahkan pengenalan mereka.
Kemudian manusia memberi nama dan identitas hewan dan tumbuhan itu supaya lebih mudah untuk mengenalinya.

Beberapa abad kemudian muncul ahli-ahli yang mempelajari hewan-hewan dan tumbuhan dan memberikan sebuah metode pengenalan dan pemberian nama-nama hewan dan tumbuahan tersebut dan diberi istilah Binomial Nomenclature.

Biasanya nama hewan dan tumbuhan itu diberi nama sesuai dengan nama penemu atau kharakteristik tertentu hewan dan tumbuhan yg ditemukan, baik lokasi, kebiasaan, atau sifat khusus lainnya.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adaah,  apakah pemberian "identitas", nama, label, atau pembeda pada hewan dan tumbuhan tersebut merupakan murni sebuah perbedaan yang sebenarnya ada ? atau hanya karena perspektif / cara pandang manusia ?. Bukankah sebelum dilabeli dan diberi identitas sebuah sistem kehidupan telah berjalan alami tanpa campur tangan manusia ? semuanya berjalan normal dan aman-aman saja? dan telah mengikuti hukum alam yang telah dahulu ada.

 Apakah cara pandang / perspektif manusia terhadap alam dan menciptakan identitas terhadap alam adalah sebuah hukum mutlak ? yang dikemudian hari justru identitas ini memicu konflik akibat beberapa manusia memandang dengan cara yang berbeda terhadap identitas alam itu sendiri ?

Perkembangan ilmu pun berkembang dengan pesat, pelabelan dan pemberian identitas pun sampai ke manusia, manusia diberi nama, ras, suku dan pembeda-pembeda lainnya, sesuai dengan karakteristik, warna kulit, kebudayaan, letak geografis dan lain-lain.

Lalu apakah dengan memberi manusia identias dan "label" dengan perspektif orang-orang / pemimpin terdahulu akan menghilangkan sisi kemanusiaan kita ?

Apakah dengan merek yang "berbeda" tentu kita lebih agung adiguna terhadap merek / identitas yang lain?, ataukah dengan memakai brand terkenal, lalu kita sebagai munusia tidak lagi membutuhkan nutrisi untuk hidup.

Ataukah dengan memegang sebuah ideologi tertentu, maka tubuh kita akan berbeda dengan suku dan ras lain yang ada dibelahan bumi utara? 
 
Saya kira tidak.....kita bisa belajar ke masa lalu, bahwa sebelum manusia diberi label/indentias, tentu kita semua adalah sama dalam kemanusiaan...

Kita tersusun dari atom, molekul, organ, dan gen yang sama, bahkan kromosom kita cocok.
Identitas hanyalah pembungkus luar (casing) saja.

Di sini didalam hati, dibagian terdalam unsur penyusun tubuh kita, kita memiliki partikel atom yg sama.
Jadilah manusia seutuhnya...

Salam damai.

Keyakinan Bukanlah Kebenaran, sehingga tidak perlu diperdebatkan

Masa kini masanya media sosial, ya media sosial begitu berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat, bahkan kini media sosial sudah menjadi area bebas (free area) untuk berdebat mengenai segala hal, area yang dimana setiap orang bisa berbicara tanpa ada moderator atau filter yang bisa menghalanginya.

Semua orang bisa mengutarakan pendapat tanpa harus melihat klasifikasi pendidikan, tamatan, profesi, kematangan, kebijaksanaan, bebas asalkan bisa membuat akun sosial, langsung bisa komentar.

Yang terjadi kemudian adalah setiap orang bisa berbicara sesuka hatinya, meskipun tanpa ilmu, kurang pemahaman dan kurang kebijaksanaan, maka perdebatan panjang pun terjadi di media sosial, nah topik yang paling seting dibahas adalah mengenai keyakinan.

Yang menjadi pertanyaan kemudian apakah keyakinan adalah sebuah kebenaran ? apakah keyakinan bisa diuji dengan benar ? dan bisa diuji oleh orang lain dengan cara yang sama lalu menghasilkan hasil yang sama?

Keyakinan bukanlah kebenaran, namanya saja yakin, apakah anda pernah yakin? sebagai contoh ketikan anda akan mengikuti sebuah ujian disekolah, apakah anda yakin anda akan lulus ujian, lalu apakah setelah mengikuti ujian anda benar-benar lulus?. Bagaimana anda bisa mengetahui jika keyakinan anda itu benar bahwa anda telah lulus ujian? tentu saja setelah melihat hasil ujian. 

Demikian juga dengan keyakinan, jika anda mengatakan bahwa anda yakin terhadap keyakinan anda maka hasilnya akan anda peroleh setelah anda tiada. 

Maka berhentilah berdebat mengenai KEYAKINAN, keyakinan bukanlah kebenaran, anda yakin menang, namun belum tentu anda benar-benar menang, dan jika saya yakin saya kalah, belum tentu juga saya akan kalah, waktu PENGHAKIMAN itu belum datang, dan kita akan melihat hasilnya pada saat itu, bukan sekarang.

Maka berhentilah mendebatkan KEYAKINAN, karena keyakinan bukanlah KEBENARAN

Fanatisme yang Kacau

Hari-hari ini kita dihentak oleh situasi yang kurang enak, hari-hari ini kita dibangunkan kembali dengan fanatisme yang mulai berkembang dengan subur, menghancurkan rasa persaudaraan diantara kita, menciptakan ruang pemisah sementara akibat kasus-kasus yang sedang hangat dan cenderung fanatis yang sedang dialami oleh bangsa ini.

Fanatisme memang terkadang mengalahkan logika dan kewarasan, sehingga tidak bisa melihat secara jernih, sebenarnya permasalahan apa yang sedang terjadi. Ketika isu yang menyangkut fanatisme muncul maka tujuan utama para penyebar isu mudah sekali terkamuflase.

Bisa dianalogikan sebuah kisahnya seperti contoh dibawah ini.

Sebuah perusahaan kecap menciptakan sebuah kecap dengan merek A dan B, kedua merek tersebut diciptakan agar jika salah satu merek gagal dipasaran maka merek lain bisa menghandle kerugian perusahaan. Pemilik perusahaan kebetulan memiliki 2 orang anak yang dijadikan manejer pemasaran sekaligus memberikan sebuah kompetisi kepada anaknya agar bisa memajukan perusahaan menjadi lebih besar.

Kedua orang anak tadi saling berkompetisi dalam pemasaran, bagaimana cara menjual dengan baik sehingga kecap merek A dan merek B bisa menguasai pangsa pasar penjualan kecap. Mereka menciptakan tim pemasaran, melakukan pelatihan dan metode penjualan yang baik, dan tentu saja mendoktrin kelebihan-kelebihan masing masing produk kepada para marketer (penjual) di lapangan.

Doktrin mengenai kelebihan masing-masing kecap setiap hari dimasukkan ke dalam otak dan hati para marketing, agar mereka bisa mencintai produk dan menjual kepada masyarakat dengan bahasa yang baik dan mudah dimengerti oleh masyarakat.

Beberapa tahun berlalu, dan kemudian brand A dan brand B menjadi penguasa pasar, tingkat penjualan mereka selalu saja berselisih sedikit dan hanya mereka yang menguasai penjualan kecap di seluruh negeri bahkan di dunia.

Akibat sering menjual kecap dengan merek tertentu dan juga masyarakat tertentu yang terus menerus memakan kecap dengan merek yang sama, muncullah rasa cinta antara marketing dan konsumen pengguna kecap, sehingga lambat laun juga muncul dogma yang terpelihara dan tertanam didalam hati mereka, karena sudah merupakan kondrat manusia untuk memiliki "rasa".

Suatu ketika pengguna kecap A mengatakan bahwa kecap B tidak enak dan tidak bermutu, tentu saja marketing dan pengguna kecap B tidak terima akan penilaian itu, lalu terjadilah konflik antara pengguna kecap A dan kecap B bersama dengan marketing- marketing, terjadilah kerusuhan massal hanya karena penilaian terhadap rasa, fanatisme yang sempit.

Padahal jika dilihat dari awal, bahwa kecap tersebut dibuat dengan bahan yang sama, diproduksi di pabrik yang sama, yang berbeda hanyalah para marketing dan pangsa pasarnya. 

Fanatisme yang sempit akan mematikan logika.

(memahami diri sendiri sebelum memahami orang lain)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...