Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

26/08/13

Sepeda Motor Bukan Untuk Anak Dibawah Umur

Saat ini jalan raya adalah tempat yang paling banyak memakan korban jiwa, ribuan orang meninggal setiap tahunnya di jalan raya. Bahkan data membuktikan bahwa lebih banyak orang yang meninggal secara tragis di jalan raya daripada perang atau konflik.

Jika perang tidak setiap jam terjadi, tapi dijalan raya hampir setiap jam memakan korban jiwa karena kecelakaan.

Yang lebih parah lagi banyak dipertontonkan dijalanan sekarang ini anak-anak dibawah umur yang baru berumur 8-16 tahun yang mengendarai kendaraan bermotor secara ugal-ugalan tanpa memperhitungkan keselamatan dirinya dan keselamatan orang lain sesama pengguna jalan.

Orang tua seharusnya memahami bahwa kendaraan bermotor bukan untuk konsumsi anak dibawah umur. Pemerintah melalui aparat yang berwenang telah membuat sebuah aturan bahwa orang yang boleh mendapatkan SIM dan adalah orang yang telah berusia 17 tahun.

Hal ini tentu saja telah melalui penelitian sebelum menetapkan usia minimal untuk mendapatkan SIM, usia 17 tahun dianggap seseorang telah lebih dewasa dan bisa mengontrol dirinya dan bisa mengerti mengenai rambu-rambu lalu lintas.

Tapi lihatlah dijalanan, banyak anak-anak yang belum berusia 12 tahun tapi sudah diijinkan oleh orang tuanya untuk mengendarai sepeda motor. Secara tidak langsung sang orang tua membiarkan anaknya bermain bahaya, karna anak-anak belum tau bagaimana bertanggung jawab di jalan raya.

Sebuah contoh yang nyata saya lihat adalah ketika seorang anak harus kehilangan kakinya karna mengalami kecelakaan, kaki sang anak harus diamputasi dan akhirnya menjadi cacat seumur hidup dan sulit untuk mencari penghidupan di masa depan.

Contoh lain adalah seorang anak yang ditodong oleh orang dewasa saat perjalanan pulang dari sekolahnya, sang anak akhirnya terpaksa melepaskan sepeda motor kesayangannya karena tidak mampu melakukan perlawanan ketika sepeda motornya dirampas.

Ukuran tubuh yang masih kecil, dan pola pikir yang belum bisa bertanggung jawab karena kurangnya kedewasaan tentu harus dipahami oleh kita sebagai orang tua. Sepeda motor jangan dijadikan alat untuk menunjukkan kasih sayang kepada mereka. akan tetapi menjaga dan mendidiknya dengan benar dan mempersiapkan masa depan sang anak akan lebih bijaksana daripada memberikan hadiah yang nanti akan membuat dirinya mengalami masa depan yang suram.

Jadi mulai sekarang tanamkan pada diri kita dan keluarga kita bahwa sepeda motor / kendaraan bermotor tidak cocok untuk anak-anak

Haruskah Menjadi Jahat Untuk Sukses?

Menjalani kehidupan sebagai orang baik sepertinya tidaklah mudah, lingkungan, tempat kerja sekarang terlalu mahal untuk dibeli. Banyak orang yang tidak bisa berkembang dalam karir, pekerjaan dan menjabat posisi strategis karena terlalu keras menjalani hidup dengan kejujuran.

Pejabat tidak akan menjabat kalau tidak bisa bermain kotor dan bermanuver serta bersilat lidah dalam menjalani kegiatannya.

Orang yang tidak bisa diajak bekerja sama dan berjiwa "fleksibel" tidak mendapat kedudukan dalam sistem kekuasaan, tapi orang yang loyal dan siap berbuat apa saja kepada atasan akan terus dipakai dan berpeluang untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi lagi.

Aneh memang, saat dua sisi kehidupan rohani dan kehidupan nyata bisa menjadi hal yang sangat berseberangan namun bisa menjadi alat yang sangat berpengaruh dan menjadi senjata pamungkas untuk meraih simpati dan menjadi simbol yang sebenarnya semua orang tahu bahwa itu hanyalah sebuah kebohongan.

Entah manusia ini suka berbohong atau suka dibohongi, tapi hal ini dianggap sah-sah saja oleh kita sendiri. Lihat saja para penjahat berdasi yang sering berpakaian ala rohani namun perilakuknya sangat jauh dari yang dicitrakan olehnya.

Tapi masyarakat masih saja memilihnya kembali saat orang itu kembali mencalonkan diri untuk menjadi pejabat.

Sementara orang baik dianggap kurang bermanfaat bagi lingkungan, karena hanya berbuat baik, mengajarkan yang baik tapi tidak memberikan "aksi nyata" dan feedback langsung kepada masyarakat. Masyarakat kini lebih memandang hidup sebagai realitas apa yang ia butuhkan saat ini. 

Mayarakat telah melupakan bahwa ada kehidupan lain setelah ini, kehidupan dimana kita harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kita capai di dunia ini.

Si Murni Telah Lama Mati

Beberapa saat yang lalu sebuah berita di TV menampilkan tayangan yang menggembirakan bagi para pencari kerja, formasi CPNS dibuka tahun ini.

Banyak orang yang tertarik untuk mencoba, dan bersemangat, namun banyak juga orang yang tidak tertarik alias pesimis. Memang alasan mereka pesimis masuk akal karena belakangan ini sangat sulit mencari kata persaingan murni dalam penerimaan CPNS.

Makanya temanku bilang saat ini "si Murni" sudah lama mati yang ada yang paling-paling si Murniati tetangga sebelahlah yang masih hidup, namun yang benar-benar murni telah lama mati.

Liat saja untuk menjadi CPNS sekarang ini para calo mematok harga ratusan juta rupiah dengan alasan untuk biaya pelicin. Emang apanya yang perlu dilicinkan ? Jidatnya ? hehe.......... Makanya budaya korupsi tidak akan hilang sampai beberapa abad ke depan, ya karena mulai dari awal calon pegawai sudah diperas dan terpaksa menjual apapun yang bisa dijual untuk menjadi pegawai.

PNS masih menjadi pekerjaan yang favorit di negeri ini, selain kenyamanan kerja, pensiunan yang pasti dan proyek-proyek pemerintah bisa menjadi uang sampingan bagi para pegawai.

Nah hal inilah yang membuat orang berjubel minatnya untuk menjadi pegawai negeri. Jadi sepakatkah anda bahwa si Murni telah lama mati ?

09/08/13

Masihkah ada Pilihan Untukku ?

Kisahku dimulai saat aku dilahirkan dalam keluarga yang pas-pasan, hidup dalam kekurangan, saat orang lain banyak bersyukur atas rahmatNya, aku malah bingung, apa yang harus kusyukuri.

Aku hidup dalam kesusahan dan ayah-ibuku hanyalah seorang pemulung, hidup kujalanji dengan apa adanya. Mungkin anak orang lain berontak pada Tuhan karena ayah ibunya tidak membelikannya boneka barbie yang cantik atau sebuah baju baru yang sedang trend. Tapi aku berontak pada beling kaca yang melukai tanganku saat mengais sampah.

Biasanya orang kaya membuang pecahan kaca mereka ke tong sampah dan dibungkus dalam sebuah plastik dan terkadang tak sengaja melukai tanganku. Beling tadi ku maki "bangs*t " tanganku luka lagi, ku memakinya.

Lalu saat ku masih kecil ayahku pergi meninggalkanku untuk selamanya karena penyakit paru-parunya, mungkin kebanyakan menghisap debu semen saat ia menjadi kuli bangunan dulu, tapi kukuatkan diriku, mungkin hidup ini harus menderita.

Lalu masa remajaku berjalan dengan cara yang sama, hanya bentuk tubuhku saja yang mulai berubah sedikit menggelembung pada bagian-bagian tertentu. Aku mulai mengenal masa pacaran dan aku mengenal si Boy, si Boy yang lumayan ganteng dan sedikit urakan, mungkin karena pengaruh kimia hormon aku merasa nyaman saja di dekatnya, dan berpacaran dengannya.

Hingga akhirnya dia meninggalkanku dalam keadaan hamil, hamil karena kami pernah melakukannya namun saya tidak tahu apa yang akan terjadi apabila melakukan itu. Saat ku meminta pertanggungjawaban eh malah dia kabur meninggalkanku.

Saat  itu aku panik, dalam benakku aku harus menggugurkan bayiku, bagaimana aku bisa hidup bersama ibu sementara aku harus menghidupi keluarga yaitu ibu. Bersama ibu akupun mencari sang dukun bayi dan malam itu akupun ketakutan sekali aku harus membubuh bayi yang tidak bersalah. Tuhan aku percaya Kau ada,  ampuni aku harus melakukan ini, Kau yang menempatkan aku pada situasi ini ucapku.

Setelah kugugurkan bayi itu, aku menjadi minder di lingkunganku, aku mulai merasa ada saja tetangga sesama pemulung yang mulai membicarakanku, atau ini hanya perasaanku saja. Akhirnya ada tawaran dari temanku dari daerah Sumatera, katanya daerah Jambi. Aku tidak tahu dimana itu Jambi, katanya ada pekerjaan untuk menjadi seorang pelayan rumah makan.

Karena kondisi lingkunganku yang tidak lagi nyaman, aku terima saja tawaran itu dan akupun berangkat ke Jambi, 2 hari 2 malam akhirnya aku sampai di Jambi dan di inapkan di Pucuk. Pucuk adalah sebuah daerah di Kota Jambi, katanya aku disana dulu sebentar agar segera dibuatkan KTP dan surat-surat lain agar identitasku jelas.

Sambil menunggu keluarnya KTP ternyata di Pucuk itu aku disuruh melayani tamu, ternyata aku dijadikan PSK oleh orang yang mengajakku tadi, aku dijual dengan mucikari disana, aku harus membayar biaya perjalanan dari Jawa ke Jambi dan biaya membuat KTP tadi. Aku ingin melarikan diri tapi tidak bisa, mau lari kemana ? Keluarga di Jambi tidak ada. Saat kulihat KTP ku ternyata usiaku ditambah seharusnya usiaku 17 tahun ternyata ditulis di KTP 21 tahun.

Dengan berat hati akupun melayani para pria-pria yang haus nafsu yang terkadang mereka sudah mabuk dan bermain kasar sesuka mereka. Dengan bau rokok yang beragam, dan bau tubuh yang bermacam-macam pula. Aku terkadang menangis saat bermain dengan mereka, aku sangat terhina melakukan ini, hancur jiwaku, aku harus bagaimana, aku dibeli dalam 2 jam dan dalam 2 jam itu tubuhku adalah milik mereka.

Aku percaya ada Kau Tuhan, tapi apakah Kau sedang Tidur, Tidakkah Kau dengar jeritan hatiku, apakah aku bagian dari rencanamu?
Apakah Kau sedang bermain catur ? menjadikan aku pion-pion hiburanMu ? menjadikan alat pembanding bagi yang baik dan buruk bagi umatmu ?. Kata orang-orang Kau penyayang, tapi belum kurasakan Kasih Sayangmu ?


(kisah wanita Pucuk)

07/08/13

Kata Yang Paling Sering Diucapkan Pada Saat Puasa dan Lebaran

Karena sekarang sedang pada masa puasa dan lebaran maka tulisannya pun temanya berkaitan dengan masa puasa dan lebaran. Pada masa puasa dan lebaran tentu saja ada perubahan di lingkungan sosial kita, mulai dari kegiatan, bahasa, dan makanan.

Pada masa puasa dan lebaran ini ada beberapa kata yang sering kita dengar dan kata-kata ini hanya sering kita dengar pada bulan puasa dan lebaran. Kata-kata itu antara lain :

1. Mudik

    Kata mudik menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, karena banyak masyarakat Indonesia yang merantau ke daerah lain, sehingga pada saat menjelang lebaran mereka beramai-ramai melakukan eksodus ke kampung halaman agar bisa merayakan lebaran bersama keluarga.

2. Tiket

Kaitan kalimat Mudik adalah tiket, karena tidak semua orang bisa pulang dengan mobil pribadi, maka banyak para pemudik yang membeli tiket angkutan, bisa tiket pesawat, bus, kapal laut, kereta api, dll.

3. Zakat

Sebelum merayakan idul fitri umat muslim wajib membayar zakat, maka kata ini banyak juga diucapkan pada saat menjelang lebaran.

Itu saja menurut saya kata-kata yang paling banyak diucapkan di media dan perbincangan sehari-hari dilingkungan pada saat bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri. Anda memiliki kata lain ? silahkan dishare disini ya ?

Budaya Konsumtif Pada Saat Lebaran

Ramadhan datang lagi, setiap tahun masa-masa ini datang lagi, umat Muslim merayakannya dengan gembira dan sukacita. 

Ramadhan juga disambut oleh Mal-mal dan pusat perbelanjaan, beragam produk terbaik ditampilkan, iklan dan taburan diskon menarik dipampang semenarik mungkin dengan harapan dapat meningkatkan penjualan.

Masyarakat berlomba-lomba membelanjakan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat pada saat lebaran. 

Bagi yang berpenghasilan yang cukup hal ini memang tidaklah masalah, namun untuk yang berpenghasilan rendah hal ini menjadi sebuah masalah baru. Lebaran malah menjadi masalah karena tidak bisa berbelanja dan memenuhi kebutuhan yang meningkat.

Makanya sudah menjadi masalah tahunan bagi aparat keamanan di negeri ini bahwa pada masa bulan puasa tingkat kriminalitas sudah meningkat dan aparat mengantisipasinya dengan menambah intensitas pengamanan dan merubah pola pengamanan.

Budaya konsumtif terkadang telah merubah keadaan lebaran menjadi sebuah ajang pamer dan ajang penunjukan identitas, pada saat lebaran masyarakat berlomba-lomba berbelanja dan menghabiskan uang untuk persiapan lebaran.

Memang tidak ada salahnya merayakan lebaran dengan pakaian baru, ornamen rumah baru atau kendaraan baru, tapi jangan sampai hal itu yang menjadi tujuan utama dalam merayakan lebaran.

Selamat Hari Lebaran, Minal Aidin Walfa Idin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

04/08/13

Multi Fungsi Amplop

Sebuah benda diciptakan atau ditemukan oleh creator tentu saja memiliki sejarah atau cerita. Benda yang diciptakan diharapkan akan menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi kala itu.

Seperti juga amplop, amplop yang kita kenal saat ini,, awalnya mungkin fungsinya adalah sebagai alat untuk melindungi isi surat agar surat tidak kotor dan basah sehingga sampai ke tujuan dalam keadaan bersih.Amplop juga biasa digunakan juga untuk pembayaran gaji karyawan sebuah perusahaan.

Menjelang lebaran ini fungsi amplop bisa bertambah, bisa menjadi alat suap dan alat untuk menutupi suap itu sendiri karena kalau tanpa amplop orang lain akan dengan mudah bisa melihat proses suap itu sendiri.

Pada saat menjelang lebaran ini, amplop berterbangan kemana-mana, antar ke sana dan kesini, temui si anu dan si anu untuk menyerahkan atau memberi amplop untuk THR. Amplop laris manis dipasaran, habis diburu untuk dijadikan tempat uang dan dibagi bagi.

Namun untuk kalangan bos yang pelit dan kikir amplop juga sangat berguna. Berguna karena dengan amplop maka anak buah tidak akan tahu berapa pasti nominal didalamnya. Dengan menutup lem pada amplop maka tentu saja anak buah akan segan membuka amplop didepan bos.

Maka kadang kekecewaan muncul saat membuka amplop di rumah, ternyata isi tidak sesuai dengan harapan, hahaha................. 

Itulah cerita singkat versi saya mengenai amplop, mungkin anda punya kisah lain dishare ya.. ? trims

06/07/13

PNS yang bermental Amtenar, seharusnya melayani namun minta dilayani

Pernahkah anda mengalami suatu pengalaman saat mengurus suatu keperluan atau berinteraksi dengan PNS yang bermental Amtenar ?. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan tersebut.

Birokrasi yang berbelit-belit dan terkesan tidak ramah, lelet dan membuat kesal masih merupakan sebuah kebiasaan di negeri kita. Namun jika tidak sabar menunggu maka ocehan lah yang didapat dari sang amtenar tadi.

Ternyata sikap sang amtenar tadi (kata amtenar berasal dari bahasa Belanda yang artinya : tuan / bos ) merupakan warisan dari sifat penjajah Belanda, yang masih melekat kuat pada jajaran PNS negeri kita. Cerminan sikap Amtenar bisa kita liat pada sifat yang ingin dipuji, dihargai dan ingin dihormati sebagai bos/tuan, ternyata sikap itu sangat berpengaruh terhadap cara melayani masyarakat.

Karena menganggap dirinya memiliki status yang lebih tinggi daripada orang yang dilayaninya, maka sikap pelayanan ternyata tidak muncul didalam jiwa para PNS tersebut. Seorang PNS tidak selayaknya memiliki sifat pemikiran dirianya sebagai amtenar, karena sebenarnya dirinya adalah seorang pelayan masyarakat. 

Jika mereka menyadari bahwa gaji yang mereka terima berasal dari pajak yang dipungut dari masyarakat, maka seharusnya mereka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, karena masyarakatlah sebenarnya  tuan yang menggaji mereka.

Jadi sebagai PNS sadarilah, bukan dirinya yang sebenarnya bersikap amtenar, tetapi masyarakatlah yang sebenarnya amtenar yang sebenarnya. Apakah anda sependapat dengan saya ?

02/07/13

Jangan Menjadi Pasar Orang Lain.

Suka berganti-ganti HP, Televisi, kendaraan, ?  Suka membeli produk-produk keluaran terbaru ? Dan menikmatinya ?
Memang membelanjakan uang adalah hak si pemilik uang dan itu memberikan rasa puas bagi seseorang ketika ia telah memiliki barang yang ingin dibelinya.

Tapi sadarkah anda kalau anda telah menjadi pasar bagi mereka ? Menjadi target penjualan dan sumber penghasilan bagi mereka, dan anda sebenarnya sedang dipeloroti oleh mereka.
Sadarkah anda kalau pembuat produk itu berusaha membuat kantong anda jebol dengan produk-produk keluaran terbaru dan fitur-fitur yang berubah setiap produk mereka?

Sementara anda harus mengumpulkan uang anda sedikit-demi sedikit untuk membeli produk itu dan setelah anda membelinya beberapa saat lagi muncul produk baru yang lebih canggih dan keren lainnya.

Para produsen barang-barang itu terus berusaha membuat uang anda terus keluar dan anda dijadikan "sapi perahan" untuk mereka. Dan mereka mengumpulkan uang dari hasil kerja keras anda tersebut. 
Sementara anda membeli produk itu bukan karena anda benar-benar butuh produk itu, anda mungkin membelinya hanya karena "Lapar Mata" atau membeli dengan emosional tapi tidak sebenarnya karena kebutuhan anda yang sebenarnya.

Tahukah anda, bahwa anda diteliti, diriset oleh ahli marketing mereka, berusaha mencari kelemahan dalam diri anda sehingga anda akhirnya membeli produk mereka yang terkadang untuk memuaskan rasa "gengsi" anda yang sebenarnya tidaklah nyata.

Mereka menemukan celah "prestisius" anda dan menaikkan ego anda untuk membeli produk mereka dan saat anda membeli mereka tersenyum dalam hati dan saat anda membayarnya mereka berbisik dalam hati "money come to mama".

Sementara anda berkutat pada masalah yang sama, yaitu akan adanya keluaran terbaru dan terbaru yang terus akan mengalahkan produk yang anda beli saat ini. Dan tanpa sadar anda sebenarnya telah menabung penghasilan anda ke rekening para produsen tadi.

Masih maukah anda terus menabung di tabungan mereka ?


01/07/13

Hai Pendemo Kepentingan Siapakah yang Kau Bela ?


Hari ini demo terjadi, demo di siang bolong yang panas dan memicu amarah tinggi. Bentrok tak terhindarkan. Lemparan batu berhamburan di udara. Seorang pendemo terkena lemparan batu. Kepalanya pecah dan darah mengucur hebat. Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun dalam perjalanan dia menghembuskan nafas terakhirnya dan perjalanan hidupnya di dunia tamat.

Orang tuanya menangis sejadi-jadinya, menyesali perbuatannya, kelalaiannya mengapa ia tidak mengajarkan anaknya agar tidak usah ikut demo, penerus satu-satunya telah tiada, tujuan hidupnya telah tiada, dan perjuangannya selama ini untuk sang anak sia-sia. Orang tua merasa hidupnya tiada berguna lagi.

Itulah potret kehidupan keluarga yang ditinggalkan oleh sang pendemo, perjuangannya sia-sia dan akhirnya membuat keluarga itu kehilangan jiwanya.
Demo adalah kalimat yang paling ditakuti oleh para orang tua, orang tua selalu was-was mengenai keadaan anaknya apabila terjadi demo.

Lalu kepentingan siapakah yang dibela saat demo ? apakah pada saat tujuan demo telah berhasil tercapai siapakah yang benar-benar diuntungkan dari keberhasilan tadi. Ternyata yang menikmati hasil demo itu bukanlah sang pendemo itu sendiri. Tentu yang menikmati hasilnya adalah provokator demo dan penyuplai dana untuk demo tersebut.

Bukan rahasia umum bahwa saat ini demonstrasi bukanlah lagi murni aspirasi rakyat, namun merupakan pesanan dari pihak-pihak tertentu yang memiliki misi gelap di dalamnya. Sang aktor intelektual bermain di belakang layar dan menjadi penyuplai logistik demo tersebut.

Apabila demo berhasil maka ia yang mendapatkan posisi atau jabatan tertentu. Sementara pendemo dijadikan alat untuk mencapai tujuan dan keluarga sang pendemolah yang menjadi korban.
Maka sebelum melakukan demo dan menerima ajakan demo, sang demonstran sebaiknya berpikir kritis, apa tujuan demo, siapa yang didemo dan apa latar belakangnya dan apa kira-kira motif dibalik demo tersebut.

Jika demo itu memang benar aspirasi dari masyarakat yang tertindas, silahkan saja melakukan demo, namun yang paling penting saat melakukan demo adalah keselamatan diri. Tidak akan ada yang lebih bersedih dibandingkan orang tua yang melahirkan dan membesarkan diri kita dari kecil daripada orang lain bahkan negara sekalipun hanya bisa memberikan biaya pemakaman itu saja tidak akan lebih, selebihnya hanya kesedihannlah yang datang dari orang-orang yang kita cintai.

Sudah siapkah anda untuk melakukan demo yang baik ?

29/06/13

Pergeseran Kualifikasi Pekerjaan

Telah terjadi pergeseran dalam kualifiasi pekerjaan pada masa kini, dahulu di era 80-an gelar akademik sangat diagung-agungkan dan menjadi modal yang sangat penting untuk mencari pekerjaan.

Gelar pendidikan pada masa dulu merupakan hal yang sangat mahal dan memiliki prestise yang tinggi, dengan gelar Insinyur (Ir) seseorang akan mudah mendapatkan pekerjaan dan mendapat kehormatan yang tinggi di masyarakat.

Ternyata pada masa kini banyak hal yang telah berubah, terutama dalam hal dunia pekerjaan. Gelar akademik saat ini hanya dianggap sebagai formalitas saja tidak menjadi tolak ukur pekerjaan dan kesuksesan seseorang.

Sadarkah kita saat ini sudah banyak orang yang gelar akademiknya tinggi, namun masih saja pengangguran ? atau tukang fotocopi di kantor yang memiliki gelar S1 ? 

Banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi hanya berakhir pada seorang sales yang  menjual sesuatu kesana kemari. Orang tua pasti kecewa apalagi sang anak yang berjuang untuk mendapatkan ijasah, namun pekerjaan yang diimpikan tidaklah sesuai dengan keinginan.

Dunia kerja saat ini, tidaklah mengharapkan gelar sebagai modal utama, akan tetapi keahlian. Gelar yang tinggi namun kurang memberikan kontribusi hanya akan menjadikan beban bagi perusahaan.

Kesuksesan sepertinya saat ini bisa dicapai dengan mudah apabila memiliki keahlian, pergeseran cara kerja manusia saat ini lebih ke arah professional sepeti pemain sepakbola, atlet dan wirausaha. Lihatlah para pemain bola yang digaji millayan per musim atau atlet yang digaji dari klun ditambah lagi menjadi bintang iklan.

Atau menjadi pemusik yang dibayar 20 juta persekali tampil tentu saja mengalahkan gaji karyawan yang rata-rata digaji 2 juta perbulannya.

Dengan memiliki keahlian tertentu, maka seseorang akan dibayar tinggi dan dengan mudah memperoleh kemakmuran. Oleh karena itu sebagai orang tua, seharusnya kita mulai paham terhadap pergeseran dunia kerja yang terjadi saat ini, dan mulai berpikir bagaimana cara mendidik sang anak agar masa depannya menjadi lebih baik.

terima kasih

Pahlawan tanpa Tanda Jasa. Benarkah ?

Seperti keterangan dalam judul blog ini, Think out of the box (cara berpikir diluar kebiasaan). Maka tulisan kali ini memang agak membuat sebagian kalangan akan menghujatnya.

Kali ini yang dibahas mengenai gelar 'pahlawan tanpa tanda jasa' yang diberikan kepada Guru. Bukan untuk merendahkan sebuah profesi, akan tetapi memberikan fakta dan realitas agar tidak semua orang mudah mengamini sesuatu tanpa berpikir kritis.

Pahlawan tanpa tanda jasa, di era seperti ini, mungkin sangat sedikit jumlahnya, bisa jadi 1 dari seribu keadaan yang masih ada. Banyak guru sekarang ini yang tidak lagi dapat diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa dikarenakan :

- Kesejahteraan guru sudah merupakan hal yang sangat diperhatikan saat ini dengan alokasi APBN 20 % untuk sektor pendidikan.

- Adanya sertifikasi untuk guru yang tentunya meningkatkan kesejahteraan mereka

- Banyaknya guru yang menjual buku seperti LKS (lembar kerja siswa) dan les-les yang merupakan pemasukan merea.

Memang mendapatkan penghasilan tambahan adalah hak setiap orang termasuk guru, namun menjadi pahlawan tanpa tanda jasa adalah sangat berat.


Menjadi pahlawan tanpa tanda jasa berarti siap bekerja dengan iklas, memangnya siapkah seseorang bekerja tanpa digaji ? atau bekerja demi tujuan kemanusiaan ?. Mungkin banyak orang akan enggan bekerja hanya untuk kemanusiaan tanpa apapun  yang didapatkannya dari pekerjaan itu.

Untuk itu pahlawan tanpa tanda jasa, sebenarnya adalah bekerja tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih, jadi sangatlah sulit dan mungkin hanya orang yang benar-benar tuluslah yang bisa mengerjakannya. Maka gelar pahlawan tanpa tanda jasa perlu kita pertimbangkan lagi

27/06/13

Beberapa orang terlahir dengan Kaya, sebagian lagi harus mengusahakannya



Sungguh enak terlahir dari dalam keluarga yang kaya, begitu lahir harta keluarga menjadi hak warisnya tanpa berbuat apa-apa. Fasilitas milik orang tua tinggal pakai, tanpa kerja keras dan keringat bisa didapat dengan mudah.Hidup hanya menikmati hasil tanpa harus berupaya kerja keras untuk memperolehnya.

Gelar “tuan muda” atau pangeran secara otomatis menempel pada dirinya, dan penghormatan dari orang-orang sekelilingnya menjadi santapan yang lezat saat menjalani kehidupan. Strata sosial yang menjadi perebutan dan perjuangan manusia dengan mudah bisa diperoleh tanpa harus melakukan apa-apa.

Memang terlahir dalam keluarga mana, bukanlah pilihan bagi kita dalam hadirnya manusia di dunia, konon katanya kelahiran seseorang sudah diatur oleh sang Penciptanya dan merupakan takdir yang tidak bisa diubah.

Pernahkah terpikir oleh manusia apa sebenarnya rencana-rencana Tuhan menempatkan manusia pada posisi yang berbeda-beda sejak kelahirannya ? Saat seseorang dari kalangan bawah harus berjuang mati-matian untuk merubah strata status sosialnya, sementara sebagian lagi memperolehnya dengan sangat mudah ?

Memang sulit untuk menjawabnya karena hal itu merupakan rencana dari sang Pencipta yang menciptakan dunia dan kehidupan ini.

26/06/13

Berapakah gaji bersihku sebenarnya ?

Bicara gaji pernahkah anda berpikir berapa sebenarnya nilai bersih yang kita terima, dan berapa sebenarnya yang murni kita belanjakan untuk membeli sesuatu atau membayar jasa yang kita nikmati.

Karena sebenarnya gaji yang kita terima masih harus dikurangi oleh PAJAK saat kita melakukan pembayaran terhadap obyek yang kita beli atau kita nikmati dalam pelayanan jasa yang kita terima.

Saat kita membeli sesuatu concohnya rokok atau bubuk detergen yang sederhana ternyata uang yang kita bayarkan bukan hanya terhadap rokok / deterjen tadi yang kita bayar ternyata kita juga membayar untuk :
- Pajak pertambahan nilai yang dari barang yang kita beli.
- pajak penghasilan perusahaan yang memproduksi rokok/deterjen tersebut yang menjadi tambahan biaya produksi sehingga rokok/deterjen tersebut menjadi lebih mahal saat kita beli.
- ijin usaha dari perusahaan tersebut yang masuk ke kas pemerintah
-  retribusi-retribusi oleh dinas saat barang tersebut masuk ke suatu daerah

Yang tentunya menambah harga barang yang semula tadi murah menjadi lebih mahal dari yang seharusnya.

Kembali ke permasalahan awal tadi, jadi sebenarnya gaji yang kita terima lebih kecil nilainya dari yang tertera pada angka tersebut, karena lebih dari setengahnya sebenarnya telah hilang.

Ingatkah saudara apa yang memicu terjadinya revolusi Amerika ? sejarahnya dimulai saat negara Inggris menjajah koloni Amerika dan menetapkan berbagai macam pajak yang memberatkan warga jajahannya dan memicu terjadinya revolusi Amerika.

Pajak adalah masalahnya, berbagai macam pajak secara langsung membuat biaya hidup semakin tinggi, pajak yang seharusnya membuat distribusi kekayaan menjadi seimbang dan untuk membiayai pembangunan ternyata membuat masyarakat kecil menjadi terbebani.

Sadarkah anda bahwa gaji anda tidak sebesar yang anda bayangkan seperti dulu ?


Alasan Mengapa saya berhak mendapatkan subsidi BBM

Kenaikan BBM adalah momok yang membuat saya menjadi panik panik karena tentu saja kenaikan BBM akan membuat semua pengeluaran bengkak, mulai dari urusan dapur, listrik, spare part, ongkos kendaraan umum dan banyak lagi hal lainnya hingga harga cuci motor juga pasti naik.

Makanya  saya sangat muak jika melihat menteri yang katanya pintar tapi mengatakan bahwa kenaikan harga BBM tidak berpengaruh terhadap masyarakat. Gobloknya dia pasti tidak ketulungan, masa BBM naik tidak berpengaruh terhadap masyarakat. Memang pikirnya ngangkut sembako gak pake bensin, emangnya pikirnya ngangkut barang-barang pakai kantung ajaib Doraemon?

Parahnya lagi dia bilang bahwa subsidi BBM salah sasaran, dan ia mengatakan hal itu didepan ratusan juta rakyat Indonesia. Memanggnya subsidi bersumber dari mana, sumbernya kan dari APBN, dan APBN kan pemasukannya berasal dari pajak dan saya adalah pembayar pajak.

Saya membayar pajak dari hal-hal berikut :
1.       Pajak Kendaraan Bermotor
2.       Pajak Penghasilan saat gajian
3.       Pajak saat mebeli rokok
4.       Pajak saat makan di rumah makan
5.       Pajak saat membeli Deterjen
6.       Pajak Membeli alat elektronik
7.       Pajak Bumi Bangunan
8.       Pajak saat membayar Listrik
9.       Pajak saat membeli ban motor
10.   Dan masih banyak pajak-pajak lain yang jumlahnya saya lupa.

Saat saya telah membayar pajak, maka saya berhak untuk mendapatkan subsidi, karena pada dasarnya itu adalah uang saya yang saya setorkan kepada negara dan saya menerimanya kembali dalam bentuk subsidi. 

Karena pajak telah menaikkan biaya hidupku dan gajiku hanya kuterima setengah dari nilai yang kuterima. Pajak telah mengambil setengah dari penghasilan kotorku dan ia hilang saat diriku membelanjakannya. 

Setiap orang yang membayar pajak, maka ia berhak untuk mendapatkan subsidi, karena ia membayar dan ia berhak untuk menerima kembali apapun bentuknya itu, apa itu infrastruktur yang baik ataupun bentuk subsidi apalagi BBM. Karena ia sangat berpengaruh terhadap setiap segi ekonomi tidak perduli ia kaya atau miskin.

Karena BBM berpengaruh terhadap biaya produksi, dan distribusi, tidak satu aspek yang mengalami kenaikan, tapi semua aspek, karena BBM adalah objek vital dalam setiap aspek kehidupan.
Jika yang naik hanya cabe, tanpa makan cabe manusia juga bisa hidup normal, tapi kalau BBM naik semuanya akan naik.

Setelah membaca ini, Layakkah anda percaya kepada Televisi ?



Televisi atau yang lebih dikenal dengan dunia pertelevisian serta lebih dikenal dengan industri hiburan melalui media televisi. Mengapa dikatakan sebagai industri, karena dalam kegiatan usahanya adalah untuk mencari keuntungan.

Untung diperoleh dari banyaknya  tayangan iklan berbayar yang ditampilkan disela-sela program yang ditayangkan. Para pengelola industri ini memperoleh keuntungan dari selisih antara pembayar iklan dan biaya produksi untuk program tersebut.

Nah kembali ke pokok permasalahan di awal tadi, layakkah kita percaya kepada televisi, seharusnya tidak mempercayai sepenuhnya televisi.

Mengapa tidak ? karena televisi diprogram dalam sebuah teknik marketing, mereka menayangkan acara yang hanya bakal disukai oleh pemirsa (konsumen) mereka saja. Tidak peduli apakah acara tersebut mendidik atau tidak, provokatifkah, bermanfaat atau memberikan nilai positif di masyarakat atau tidak
Mereka hanya menjual berita/program, dan kita adalah pembeli mereka, mereka tidak peduli apakah berita/program tersebut berguna bagi kita sendiri, yang penting penonton senang dan mereka dapat rating yang tinggi sehingga iklan banyak masuk ke dalam stasiun mereka.

Lihatlah belakangan ini, di berbagai stasiun televisi, beritanya hanya itu-itu saja, programnya dihampir setiap stasiun televisi hampir semuanya sama, karena pada saat ini acara itulah yang rata-rata meledak dan banyak penonton di hampir setiap stasiun televisi.

 Lihat saja berita, bila ada berita yang sedang naik daun, maka setiap televisi berusaha menampilkan berita yang sama, mulai dari berita politik hingga acara yang seharusnya bukan topiknya menampilkan hal yang sama hingga berita infotainmen yang seharusnya membahas kehidupan artis  mengutip berita “yang bukan termasuk berita selebritis” hanya untuk mencuri rating pada momen itu.

Sedangkan berita atau acara yang mendidik yang isinya baik jarang menjadi “hot topik” karena animo pemirsa terhadap hal itu tentu tak sebesar ketika menonton berita / acara yang sedang “heboh” tadi.
Belum lagi adanya penggiringan opini yang terjadi melalui televisi, pernahkah anda mencari tahu siapa pemilik stasiun televisi yang anda tonton dan apa sepak terjang pemilik stasiun tersebut di dunia politik atau ekonomi atau bidang yang dugelutinya.

Sadarkah anda kalau ternyata anda telah digiring oleh para pemilik stasiun televisi dan pernahkan terpikir oleh anda apa tujuan ditayangkannya sebuah berita/acara tersebut?. Bisa saja penayangan sebuah berita atau program televisi secara terus-menerus ternyata memiliki maksud dibalik penyangannya.
Karena ternyata, manusia paling mudah menangkap informasi atau merekam sesuatu melalui media audio dan  visual seperti televisi, jadi televisi dijadikan sarana yang paling maksimal untuk mempengaruhi atau menggiring opini dan pola pikir manusia.

Jadi untuk saya dan anda sebagai konsumen dari penayangan televisi, jadilah penonton yang cerdas, dan selektif sehingga tidak mudah terprovokasi atau dikelabui oleh orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu dengan cara memanfaatkan pemirsa televisi serta selektif dalam menonton acara televisi, sehingga televisi menjadi benar-benar bermanfaat bagi kita semua.

Terima kasih.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...