Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

18/07/13

Anda Dimasa Depan ditentukan oleh dengan siapa anda bergaul saat ini.

Pernahkah anda berpikir ternyata pergaulan dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup ? Lingkungan dan pergaulan ternyata secara langsung berpengaruh terhadap cara manusia mengatasi masalah. Yakin atau tidak, ternyata sesuatu yang sama berusaha menarik hal yang sama pula karena ada kecocokan diantara kedua hal tersebut.

Sebagai contoh semakin banyaknya komunitas yang dibentuk oleh karena kebiasaan, hobi, pekerjaan atau keahlian yang sama, seperti komunitas bikers, komunitas mancing mania, komunitas golf, ikatan dokter, ikatan moge, dll.

Lingkungan dan pergaulan negatif akan menghasilkan kehidupan yang negatif pula. Cara hidup yang hura-hura, membuang-buang waktu dan selalu mengecilkan mimpi akan menghasilkan kualitas hidup yang negatif pula.

Orang yang selalu berpikir pesimis, menertawai mimpi orang lain, dan hanya menerima hidup sebagai takdir tanpa berusaha mengubahnya adalah ciri hidup negatif.

Lingkungan dan pergaulan tertentu dapat mempengaruhi seseorang di masa depannya, bergaul dengan lingkungan yang buruk dan negatif membuat seseorang menerima masukan dan arahan yang negatif yang tentu akan menghambat proses pencapaian mimpi-mimpinya. Lebih buruk lagi jikalau terikut akan cara bergaul mereka, bisa saja menjadi pelaku tindak kriminal.

Namun bergaul dengan lingkungan positif akan membuat seseorang meniru dan mengikuti cara hidup orang-orang yang positif dan cenderung berpikir positif dan memiliki harapan hidup yang tinggi.

14/07/13

Perkawinan Diawali dengan Cinta, Dipelihara dengan Komitmen

Seperti pendapat orang yang berpengalaman dalam berkeluarga " Musuh Cinta sebenarnya bukanlah perselingkugan dan ketidaksetiaan, melainkan Waktu".

Tidak perlu dibantah bahwa kebanyakan manusia menikah dikarnakan cinta, hanya sedikit manusia yang menikah dengan motif tertentu. Seperti halnya tanaman, cinta perlu dipupuk dan dipelihara sehingga bisa tumbuh dengan subur dan tidak layu akibat permasalahan hidup.

Permasalahan keluarga bisa datang dari intern dan ekstern, dari masalah yang kecil atau masalah besar sekalipun. Maka selanajtnya komitmenlah yang yang menjaga dan mempertahankan keluarga tersebut.


Jika tidak ada komitmen diantara masing-masing pasangan, maka saat itulah bibit-bibit perpecahan makin melebar sehingga tidak mampu lagi untuk dipertahankan dan akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Kadang godaan datang di masa yang tepat dimana kondisi keluarga sedang tidak nyaman. Jika godaan direspon dengan cara yang salah maka akan memperparah keadaan. Terkadang godaan muncul akibat kebiasaan curhat dengan teman sekerja atau teman kerja yang dirasakan cukup dekat.

Kebiasaan curhat akhirnya menimbulkan rasa nyaman, dan dilanjutkan dengan pertemuan yang inten atau menghabiskan waktu bersama bisa memicu terjadinya cinta yang terlarang yang malah membuat situasi kehidupan keluarga makin pelik.

Maka jika hal itu mulai terjadi perlu dilakukan pengereman di awal, mengingat kembali saat mengucapkan janji pernikahan, komitmen di awal apa tujuan berkeluarga. Ingat kembali komitmen yang dulu diucapkan di depan orang banyak bahwa akan sekuat tenaga menjaga dan memelihara perkawinan dan membentuk keluarga yang baik.

 

11/07/13

Kisah Bayi Rusa

(sumber foto : antarafoto.com)
Sebuah kisah inspiratif datang dari perjalanan hidup rusa. Rusa adalah hewan liar yang sepanjang hidupnya berada dalam ancaman para predator pemangsa seperti harimau, macan, serigala dan hewan pemangsa lainnya.

Rusa biasanya hidup secara berkelompok, dengan berkelompok keamanan mereka lebih terjamin karena lebih banyak mata yang memantau dan menjaga kawanan itu sendiri. Dengan bersama-sama mereka bisa saling melindungi dan memberi peringatan kepada kawanan apabila ada hewan pemangsa yang mengancam.

Satu hal yang inspirarif dari rusa yaitu ketika induk rusa baru saja beranak dan melahirkan bayi rusa adalah pada saat sang induk rusa mau beranak maka kawanan rusa akan melindungi induk yang akan melahirkan, kawanan akan membentuk sebuah lingkaran, nah ditengah-tengahnyalah induk rusa yang akan beranak ditempatkan, sehingga hewan pemangsa tidak dapat mendekati induk rusa yang akan beranak tadi.

 Nah setelah induk rusa melahirkan sang anak, maka induk rusa akan segera menendang bayi rusa yang baru lahir, dengan tujuan agar sang bayi segera berdiri dan berjalan. Berkali-kali sang induk menendang bayi. Karena rasa sakit maka sang bayi akan berusaha berdiri, berkali-kali jatuh namun ia mencoba lagi dan lagi hingga akhirnya dia bisa berdiri dan berjalan. Sambil menendang bayi, induk rusa membersihkan tubuh bayinya dengan mulut untuk membersihkan air ketuban yang menempel ditubuhnya dengan penuh kasih sayang.

Bayi rusa dipaksa oleh induknya agar secepatnya bisa berdiri dan berjalan sehingga ia nanti bisa berlari saat dikejar pemangsa, sang induk sadar jika membiarkannya terbaring atau duduk maka bayi tidak akan bisa berlari dan akan membuatnya dengan mudah dimangsa predator.

Kisah ini sangat inspiratif dan menjadi contoh bagi orang tua dalam mendidik anak, mendidik anak dengan keras dan disiplin adalah cara terbaik untuk mempersiapkan anak dalam menjalani kehidupannya kelak di masa dewasa.

Memberikan pembelajaran anak, memberikan pendidikan yang baik, skill dan mental pejuang akan membuatnya nanti bisa survive dalam menjalani kehidupan setelah orang tua tiada.


10/07/13

Kisah Dua Anak Kera

Disebuah hutan yang dekat dengan perkampungan hiduplah sekelompok kera. Kelompok kera itu hidup dengan damai antar sesama kera, namun mereka dekat dengan perkampungan manusia mereka sering terlibat konflik dengan manusia karena keberadaan kera dianggap manusia sebagai hama dan sering memakan tanam-tanaman manusia.

Didalam kelompok itu, ada seekor induk kera yang baru saja beranak dan memiliki 2 ekor anak yang imut-imut dan selalu dibawanya kemanapun ia pergi. Karena anak kera itu ada 2, maka sang induk pun menggendongnya, yang pertama dibagian depan, dan anak keduanya digendong di bagian punggung.

Sang induk sangat menyanyangi kedua anaknya tadi, maklumlah naluri seorang ibu, namun sang induk kera ternyata memiliki rasa kasih yang berbeda terhadap kedua anaknya tadi. Anak yang paling disayanginya digendong di bagian depan, namun anak keduanya lagi digendong di bagian punggung.



Anak yang pertama setiap saat mendapatkan kehangatan dari pelukan sang induk dan tidak takut akan jatuh pada saat induknya bergerak diantara ranting-ranting pohon, sedangkan anak kedua harus setiap saat berpegangan pada induknya dan selalu siaga akan pergerakan tak terduga sang induk saat bergerak agar tidak jatuh. Dia juga tidak begitu mendapatkan kehangatan dari sang induk karena hanya mendapatkan kehangatan dari bagian punggung saja.

Entah mengapa sang induk membedakan perlakuan terhadap kedua anaknya tadi, mungkin saja anak pertama lebih imut dibandingkan anak keduanya.

Suatu ketika terdengar suara "DOR", ternyata suara itu muncul dari senapan seorang pemburu, pemburu itu merupakan pemilik salah satu kebun yang pernah disinggahi oleh kawanan kera, kawanan pun bubar berlarian kesegala arah untuk menyelamatkan diri.

"DOR", "DOR", "DOR", suara letusan senapan berlomba-lomba mengejar para kera, melihat hal itu sang induk kera pun meloncat dan melarikan diri secepatnya diantara pepohonan, menyelamatkan diri dan 2 ekor anaknya yang menempel pada tubuhnya.

Dalam pelarian itu lompatan antar cabang-cabang membuat kedua tangan sang induk harus memegang cabang pohon secara bergantian dan tidak ada kesempatan lagi untuk memeluk sang anak yang ada didepannya, akibatnya anak kera yang digendong didepannya yang tadi terbiasa tidak berpegangan terjatuh ke tanah.

Anak kera itu jatuh dan tertangkap oleh sang pemburu, sedangkan anak kedua yang biasa berpegangan dan selalu waspada di punggung sang induk selamat bersama induknya yang melarikan diri ke dalam hutan. Sang induk sangat sedih karena kehilangan anak kesayangannya, namun dia bersyukur masih memiliki anak yang satu lagi.

Anak yang tadinya digendong dipunggung dipindahkan ke depan dan digendongnya. Namun walaupun anak kera itu digendong di depan tapi dia terus berpegangan pada induknya karena sudah terbiasa.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini adalah "Jangan terlalu memanjakan anak, karena hal itu akan membuatnya tidak mandiri dan ia akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidupnya kelak" 


09/07/13

Aku Berusaha Mencari dan Menikahi Kembaranku Sendiri

Suatu ketika seorang yang sudah berumur curhat kepadaku mengenai gelar jomlo abadi yang akan disematkan kepadanya. Mengingat umurnya yang hampir kepala empat alias 40 tahun, dia galau setengah mampus, galau akan perjalanan hidupnya yang tidak ending selayak orang-orang pada umumnya yang ada dilingkungannya yang punya anak dan cucu.

Dengan penuh "haru biru" dan bersemangat dia bercerita mengenai kegagalan-kegagalan yang pernah ia alami dalam perjalanan kisah asmara yang ia lalui. Ia bercerita "aku dulu pernah punya pacar bla, bla, bla......, namun karena bla, bla, bla,....... aku menolaknya karna bla, bla, bla..... dan ia puya sifat bla, bla, bla..... yang tidak bisa aku terima ".

Kendala yang ia alami dalam kisah perjalanan asmara yang gagal, hingga keraguan ketika ada calon pasangan yang menurutnyan biasa-biasa saja melamarnya dan ia menolaknya karena belum sesuai dengan harapan. Pada akhirnya ia menolak "telur emas" yang ternyata adalah orang yang cocok dengan dirinya. Ia menyesali ketidaktegasan dan ketidakmampuan dirinya dalam mengambil keputusan untuk memilih pasangan hidup dan ia menderita karena itu.

Satu hal yang bisa kita petik pelajaran dalam hidup adalah Kesempurnaan itu milik Tuhan dan Ketidak sempurnaan adalah milik manusia. Jadi janganlah pernah mengharapkan sesuatu itu sempurna karena itu hanya tindakan yang sia-sia.

Banyak orang gagal membangun suatu hubungan karena dirinya mencari pasangan yang sesuai dengan karakter dan pola pikir yang ia inginkan. Menginginkan pasangan dengan kriteria tertentu dan standar yang terlalu tinggi, dan sejumlah kriteria tertentu seperti pendidikan, status, kebiasaan dan hobi yang sama.

Hal itu sangatlah sulit untuk ditemukan, karena setiap orang terlahir dalam keluarga yang berbeda, latar belakang yang berbeda, mengalami pengalaman hidup yang berbeda, membaca buku yang berbeda dan tentu saja memiliki pola pikir / pandangan yang berbeda.

Jikalau memang ada orang mengharapkan memiliki pasangan yang memiliki karakter, sifat dan kebiasaan yang sama, maka itu sama saja dengan mengharapkan kembarannya sendiri yang menjadi pasangan hidupnya. Sebaiknya dirinya membelah diri dan menjadi dua bagian seperti sebuah amuba yang membelah diri dan menikahi pasangan kembarannya tadi. Maka harapan memiliki karakter, sifat dan kebiasaan yang sama dapat tercapai.

Hal itu tentu saja mustahil terjadi karena manusia tidak berkembang biak dengan membelah diri. Oleh karena itu, mulai sekarang jika anda masih ingin berharap menjalani hidup dengan seorang pasangan maka mulailah menerima perbedaan, mulailah memahami orang lain dan sadarilah bahwa kita juga tidaklah sempurna dan memiliki banyak kekurangan.

Namun sejatinya ketidak sempurnaan itulah sisi KEMANUSIAAN yang sebenarnya. Dalam ketidak sempurnaan itulah kita memerlukan orang lain yaitu pasangan kita yang nanti akan saling melengkapi. Dan mulai sekarang berherntilah usaha mencari dan menikahi kembaran anda, karena itu tindakan yang sia-sia. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...