Seperti keterangan dalam judul blog ini, Think out of the box (cara berpikir diluar kebiasaan). Maka tulisan kali ini memang agak membuat sebagian kalangan akan menghujatnya.
Kali ini yang dibahas mengenai gelar 'pahlawan tanpa tanda jasa' yang diberikan kepada Guru. Bukan untuk merendahkan sebuah profesi, akan tetapi memberikan fakta dan realitas agar tidak semua orang mudah mengamini sesuatu tanpa berpikir kritis.
Pahlawan tanpa tanda jasa, di era seperti ini, mungkin sangat sedikit jumlahnya, bisa jadi 1 dari seribu keadaan yang masih ada. Banyak guru sekarang ini yang tidak lagi dapat diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa dikarenakan :
- Kesejahteraan guru sudah merupakan hal yang sangat diperhatikan saat ini dengan alokasi APBN 20 % untuk sektor pendidikan.
- Adanya sertifikasi untuk guru yang tentunya meningkatkan kesejahteraan mereka
- Banyaknya guru yang menjual buku seperti LKS (lembar kerja siswa) dan les-les yang merupakan pemasukan merea.
Memang mendapatkan penghasilan tambahan adalah hak setiap orang termasuk guru, namun menjadi pahlawan tanpa tanda jasa adalah sangat berat.
Menjadi pahlawan tanpa tanda jasa berarti siap bekerja dengan iklas, memangnya siapkah seseorang bekerja tanpa digaji ? atau bekerja demi tujuan kemanusiaan ?. Mungkin banyak orang akan enggan bekerja hanya untuk kemanusiaan tanpa apapun yang didapatkannya dari pekerjaan itu.
Untuk itu pahlawan tanpa tanda jasa, sebenarnya adalah bekerja tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih, jadi sangatlah sulit dan mungkin hanya orang yang benar-benar tuluslah yang bisa mengerjakannya. Maka gelar pahlawan tanpa tanda jasa perlu kita pertimbangkan lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar