Hari ini demo terjadi, demo di
siang bolong yang panas dan memicu amarah tinggi. Bentrok tak terhindarkan.
Lemparan batu berhamburan di udara. Seorang pendemo terkena lemparan batu.
Kepalanya pecah dan darah mengucur hebat. Ia segera dilarikan ke rumah sakit,
namun dalam perjalanan dia menghembuskan nafas terakhirnya dan perjalanan
hidupnya di dunia tamat.
Orang tuanya menangis
sejadi-jadinya, menyesali perbuatannya, kelalaiannya mengapa ia tidak mengajarkan
anaknya agar tidak usah ikut demo, penerus satu-satunya telah tiada, tujuan
hidupnya telah tiada, dan perjuangannya selama ini untuk sang anak sia-sia.
Orang tua merasa hidupnya tiada berguna lagi.
Itulah potret kehidupan keluarga
yang ditinggalkan oleh sang pendemo, perjuangannya sia-sia dan akhirnya membuat
keluarga itu kehilangan jiwanya.
Demo adalah kalimat yang paling
ditakuti oleh para orang tua, orang tua selalu was-was mengenai keadaan anaknya
apabila terjadi demo.
Lalu kepentingan siapakah yang
dibela saat demo ? apakah pada saat tujuan demo telah berhasil tercapai
siapakah yang benar-benar diuntungkan dari keberhasilan tadi. Ternyata yang
menikmati hasil demo itu bukanlah sang pendemo itu sendiri. Tentu yang
menikmati hasilnya adalah provokator demo dan penyuplai dana untuk demo
tersebut.
Bukan rahasia umum bahwa saat ini
demonstrasi bukanlah lagi murni aspirasi rakyat, namun merupakan pesanan dari
pihak-pihak tertentu yang memiliki misi gelap di dalamnya. Sang aktor
intelektual bermain di belakang layar dan menjadi penyuplai logistik demo
tersebut.
Apabila demo berhasil maka ia
yang mendapatkan posisi atau jabatan tertentu. Sementara pendemo dijadikan alat
untuk mencapai tujuan dan keluarga sang pendemolah yang menjadi korban.
Maka sebelum melakukan demo dan
menerima ajakan demo, sang demonstran sebaiknya berpikir kritis, apa tujuan
demo, siapa yang didemo dan apa latar belakangnya dan apa kira-kira motif
dibalik demo tersebut.
Jika demo itu memang benar
aspirasi dari masyarakat yang tertindas, silahkan saja melakukan demo, namun
yang paling penting saat melakukan demo adalah keselamatan diri. Tidak akan ada
yang lebih bersedih dibandingkan orang tua yang melahirkan dan membesarkan diri
kita dari kecil daripada orang lain bahkan negara sekalipun hanya bisa
memberikan biaya pemakaman itu saja tidak akan lebih, selebihnya hanya
kesedihannlah yang datang dari orang-orang yang kita cintai.
Sudah siapkah anda untuk melakukan demo yang baik ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar