01/07/13

Hai Pendemo Kepentingan Siapakah yang Kau Bela ?


Hari ini demo terjadi, demo di siang bolong yang panas dan memicu amarah tinggi. Bentrok tak terhindarkan. Lemparan batu berhamburan di udara. Seorang pendemo terkena lemparan batu. Kepalanya pecah dan darah mengucur hebat. Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun dalam perjalanan dia menghembuskan nafas terakhirnya dan perjalanan hidupnya di dunia tamat.

Orang tuanya menangis sejadi-jadinya, menyesali perbuatannya, kelalaiannya mengapa ia tidak mengajarkan anaknya agar tidak usah ikut demo, penerus satu-satunya telah tiada, tujuan hidupnya telah tiada, dan perjuangannya selama ini untuk sang anak sia-sia. Orang tua merasa hidupnya tiada berguna lagi.

Itulah potret kehidupan keluarga yang ditinggalkan oleh sang pendemo, perjuangannya sia-sia dan akhirnya membuat keluarga itu kehilangan jiwanya.
Demo adalah kalimat yang paling ditakuti oleh para orang tua, orang tua selalu was-was mengenai keadaan anaknya apabila terjadi demo.

Lalu kepentingan siapakah yang dibela saat demo ? apakah pada saat tujuan demo telah berhasil tercapai siapakah yang benar-benar diuntungkan dari keberhasilan tadi. Ternyata yang menikmati hasil demo itu bukanlah sang pendemo itu sendiri. Tentu yang menikmati hasilnya adalah provokator demo dan penyuplai dana untuk demo tersebut.

Bukan rahasia umum bahwa saat ini demonstrasi bukanlah lagi murni aspirasi rakyat, namun merupakan pesanan dari pihak-pihak tertentu yang memiliki misi gelap di dalamnya. Sang aktor intelektual bermain di belakang layar dan menjadi penyuplai logistik demo tersebut.

Apabila demo berhasil maka ia yang mendapatkan posisi atau jabatan tertentu. Sementara pendemo dijadikan alat untuk mencapai tujuan dan keluarga sang pendemolah yang menjadi korban.
Maka sebelum melakukan demo dan menerima ajakan demo, sang demonstran sebaiknya berpikir kritis, apa tujuan demo, siapa yang didemo dan apa latar belakangnya dan apa kira-kira motif dibalik demo tersebut.

Jika demo itu memang benar aspirasi dari masyarakat yang tertindas, silahkan saja melakukan demo, namun yang paling penting saat melakukan demo adalah keselamatan diri. Tidak akan ada yang lebih bersedih dibandingkan orang tua yang melahirkan dan membesarkan diri kita dari kecil daripada orang lain bahkan negara sekalipun hanya bisa memberikan biaya pemakaman itu saja tidak akan lebih, selebihnya hanya kesedihannlah yang datang dari orang-orang yang kita cintai.

Sudah siapkah anda untuk melakukan demo yang baik ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...