Pernahkah anda mengalami suatu pengalaman saat mengurus suatu keperluan atau berinteraksi dengan PNS yang bermental Amtenar ?. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan tersebut.
Birokrasi yang berbelit-belit dan terkesan tidak ramah, lelet dan membuat kesal masih merupakan sebuah kebiasaan di negeri kita. Namun jika tidak sabar menunggu maka ocehan lah yang didapat dari sang amtenar tadi.
Ternyata sikap sang amtenar tadi (kata amtenar berasal dari bahasa Belanda yang artinya : tuan / bos ) merupakan warisan dari sifat penjajah Belanda, yang masih melekat kuat pada jajaran PNS negeri kita. Cerminan sikap Amtenar bisa kita liat pada sifat yang ingin dipuji, dihargai dan ingin dihormati sebagai bos/tuan, ternyata sikap itu sangat berpengaruh terhadap cara melayani masyarakat.
Karena menganggap dirinya memiliki status yang lebih tinggi daripada orang yang dilayaninya, maka sikap pelayanan ternyata tidak muncul didalam jiwa para PNS tersebut. Seorang PNS tidak selayaknya memiliki sifat pemikiran dirianya sebagai amtenar, karena sebenarnya dirinya adalah seorang pelayan masyarakat.
Jika mereka menyadari bahwa gaji yang mereka terima berasal dari pajak yang dipungut dari masyarakat, maka seharusnya mereka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, karena masyarakatlah sebenarnya tuan yang menggaji mereka.
Jadi sebagai PNS sadarilah, bukan dirinya yang sebenarnya bersikap amtenar, tetapi masyarakatlah yang sebenarnya amtenar yang sebenarnya. Apakah anda sependapat dengan saya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar