07/09/18

Palembang, Kota yang Menarik

- 03/09/2018 - Saya berangkat dari Jambi menuju Palembang menggunakan pesawat Garuda ATR jenis Bombardir, bandara Sultan Thaha Jambi kini lebih indah dengan tampilan yang lebih modern dan enak dipandang, setelah bangunan baru bandaranya diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Jambi-Palembang hanya ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit, jarak tempuh yang singkat memang, dibandingkan rute Jakarta yang memakan waktu 1 jam dan 5 menit, sangat nyaman dibandingkan dengan jalur darat yang bisa memakan waktu 5-6 jam perjalanan, untung saja, rute penerbangan Jambi- Palembang sudah tersedia setiap hari. 

Tak sabar ingin segera sampai di Palembang, apalagi bulan ini ada event besar se Asia dilaksanakan di Palembang, Asian Games, tentu saja akan ramai, pikirku, ingin segera melihat hasil dandanan baru kota Palembang menyambut Asian Games ini.

Tak terasa, landing position sudah diucapkan oleh Kapten pesawat, yang artinya sebentar lagi akan melakukan pendaratan, dan saya pun mendarat di Bandara Sultan Badharudin Palembang, pendaratannya sedikit goyang, mungkin akibat adanya angin, namun tidak begitu besar hentakan roda ke landasan pacu.

Sampai di bandara, saya turun pesawat dan mencari taksi menuju hotel, harga taksi menuju hotel sebesar Rp. 150 ribu, harga yang tidak begitu mahal dan juga tidak begitu murah, sedang-sedang saja, saya diantar ke hotel Sintesa Penisula Hotel Palembang, yang sebelumnya saya pesan lewat traveloka.com, harganya Rp. 561.186,- (nett), harga yang sesuai dengan budget kantor, maklum ini adalah perjalanan dinas, bekerja sambil jalan-jalan.

Dalam perjalanan saya berbincang-bincang dengan supir, dan bertanya apa perubahan yang begitu dirasakan oleh orang Palembang sebagai imbas event Asian Games, dan supir itu mengatakan bahwa "sepi" dan tidak banyak perubahan yang berarti pada kegiatan Asian Games ini, karena kata beliau, beberapa cabor (cabang olahraga) yang dipertandingkan di venue yang ada dipalembang adalah cabor untuk kalangan menengah atas seperti Cabang menembak, cabang panjat dinding dll, sehingga masyarakat biasa tidak begitu excited dengan cabor tersebut.

Nah untuk cabang olahraga seperti Volley, Bulu Tangkis, Takraw dll banyak dipertandingkan di Jakarta, mengingat lokasi pelaksanaan Asian Games ada di Palembang dan Jakarta.

Nah yang terbaru dari Palembang konon katanya adanya monorail yang melintasi sungai Musi dan itu adalah jalur baru yang baru saja diresmikan oleh presiden Jokowi.

Banyak hal baru di Palembang, Palembang Kota yang indah, bisa menjadi salah satu tujuan travelling yang menarik.

Koperasi

Saya punya cita-cita jadi Bankir, nekat banget ya, hehe, kata Bankir mungkin kata yang belum begitu awam di telinga, maklum kata ini adalah kata para kalangan atas yang punya modal besar alias Kapitalis.

Butuh modal milyaran untuk membuat sebuah bank, untuk sekelas Bank Perkreditan Rakyat pun kini harus punya modal milyaran, hehe, agak sulit sepertinya untuk mencapainya dan butuh waktu lama untuk mencapai cita-cita menjadi owner sebuah bank.

Tapi cita-cita haruslah dipegang teguh dan diupayakan, toh kita kan gak bayar untuk mempunyai sebuah cita-cita, makanya saya memulai sebuah koperasi, sistem bank dan koperasi sebenarnya hampir sama, ada koperasi yang mirip usahanya dengan bank yaitu Koperasi Simpan Pinjam, yang mana pola kerja dan usahanya hampir sama, perbendaannya hanya pada badan hukum, kekuatan modal dan tehnologinya saja yang berbeda.

Modal koperasi lumayan terjangkau, dengan modal yang tidak ditentukan oleh kementerian koperasi, maka koperasi dapat didirikan oleh minimal 20 orang anggota, ya mudah mudahan koperasi yang kami bangun ini suatu hari akan besar dan bisa cukup modalnya untuk mendirikan sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

03/09/18

Mengapa Hoax Berbalut Dogma Begitu Mudah Dipercaya ?

Suatu ketika teman saya mengatakan bahwa seorang Astronout asal Rusia pada saat di luar angkasa mendengar sebuah panggilan beribadah dan akhirnya ia pindah agama.

Ada lagi, teman saya percaya jika dahulu ada perjalanan melintasi angkasa dan dilakukan dalam beberapa jam.

Atau ada atom emas yang dapat menyebabkan kanker karena atom emas dapat terurai ketika dipakai dan masuk ke dalam aliran darah dan dapat menyebabkan kanker. 

Saya sebenarnya tidak mau ngurusin, akan tetapi mengusik pemikiran saya juga lama-lama, karena hal itu terus diucapkan dengan terus menerus.

Sebenarnya itu hanyalah HOAX, karena : 
  1. Seorang astronout Rusia mendengar sesuatu panggilan di luar angkasa, tidaklah mungkin, krn suara merambat melalui medium udara, jika tidak ada udara tidak mungkin gelombang suara akan merambat dan terdengar.
  2. Tidak mungkin dapat melakukan perjalanan ruang angkasa jika tanpa tabung oksigen, coba cek tahun berapa tabung oksigen ditemukan
  3. Emas tidak menyebabkan kanker, dan tidak terurai dan masuk ke dalam darah ketika dipakai...
Kita harus bisa membedakan antara ruang kepercayaan dan ruang sains, kepercayaan adalah kepercayaan dan bukan kebenaran, sedangkan sains adalah kebenaran yang telah melalui uji praktek dan percobaan, jadi harus bisa dibedakan antara kepercayaan dan kebenaran ilmiah.

Sifat Hewan dalam Diri Kita

Walaupun manusia sudah melewati tahapan evolusi selama ribuan tahun, mungkin bahkan jutaan tahun yang lalu, namun sifat - sifat hewan ini masih tinggal di dalam diri kita.

Rasa serakah, takut, khawatir, keinginan untuk berkelompok membentuk kawanan untuk saling menjaga dan sifat-sifat lainnya masih saja dapat ditemukan dalam kepribadian kita.
Tak disangka, sifat ini masih berlaku bahkan di negara yang kita anggap sudah maju seperti Amerika.

Tak diduga, pada pilpres AS Donald Trumph menang menjadi presiden AS dengan membangun sentimen rasisme dan ketakutan akan kelompok tertentu membuat rakyat AS memilih Thrump. Sementara saingannya yang lebih moderat dan humble (ramah) kalah oleh rasa takut sebagian besar rakyat Amerika.

Manusia memang unik, memori mereka, alam bawah sadar mereka, pengalaman mereka dan harapan serta cita-cita mereka dapat dipengaruhi, rasa takut dan tidak tahu membuat seseorang mudah sekali untuk dipengaruhi dan dibelokkan sesuai dengan keinginan sang pemandu.

Karena rasa rakus dan takut banyak orang bersedia untuk merampok, membunuh dan melakukan hal jahat lainnya karena takut nanti tidak bisa survive dalam hidup.
Sejarah juga membuktikan jika peperangan dan pembunuhan di zaman purba, pertama kali juga dilakukan karena perebutan sumber daya alam dan ketakutan akan tidak bisanya sebuah kelompok atau klan untuk bertahan hidup, sehingga mereka menyerang klan lainnya untuk bisa menguasai sumber daya alam /pertanian mereka.

Dalam seleksi alam dan evolusi juga, gen terkuatlah yang akhirnya diturunkan ke generasi berikutnya dengan harapan spesies tersebut bisa terus hidup sampai generasi berikutnya, adalah hal yang sering kita lihat dalam dunia hewan jika kawanan hewan selalu punya raja / ketua, dan raja / ketua memiliki banyak sekali pasangan untuk kawin, sedangkan jantan yang lemah akan kesulitan mencari pasangan, si betina akan senang untuk menerima gen dari pejantan yang perkasa dengan harapan untuk memiliki keturunan yang perkasa pula.

Maka jangan heran bahwa saat ini ada calon yang menebarkan ketakutan, menceritakan kisah horor dengan harapan banyak orang yang ketakutan sehingga untuk menghilangkan rasa takut itu mereka akan memilihnya...


Less Human ( Kurangnya Rasa Kemanusiaan )

Ada kala suatu ketika, seorang berkata, bukankah cara kami beribadah sudah baik dengan memberikan kamu juga kesempatan untuk beribadah.

Saya pun menanggapinya dengan skeptis, C'mon !, hak beribadah itu bukanlah pemberian, itu adalah hak yang melekat pada manusia ketika ia dilahirkan, apa kamu gak pernah membaca poin-poin dalam Hak Asasi Manusia.

Bukankah setiap orang berhak untuk hidup, beribadah, berpolitik, memiliki harta, meneruskan keturunan, dll.....
Sekali lagi, itu hak, bukan pemberian dari seseorang atau kelompok kepada orang lain, bahkan bukan pemberian dari penguasa atau raja, itu adalah hak pemberian dari Tuhan, kecuali kamu menganggap dirimu sebagai Tuhan, hehe.

Ya kita gak boleh ngomong begitu, justru kita harus menyadari jika hak asasi adalah hak yang melekat pada setiap pribadi manusia, bahkan calon bayi di dalam kandungan pun berhak untuk hidup, makanya ada undang-undang dan pidana bagi pelaku aborsi...

The Holy Land

Holy landku hanyalah semboyan, semboyan bagi sebuah pembeda lokasi, toh tanah itu masih diduduki oleh penduduk, penduduknya masih hobi "ee" dan mandi cuci kakus, limbahnya dibuang ke dalam tanah maupun ke sungai-sungai.

Pipis meresap ke dalam pusat bumi akibat gaya tarik bumi, disaring oleh tanah-tanah ataupun menguap bersama udara panas, meninggalkan sisa-sisa residu kehidupan, menjadi bahan organik yang subur bagi kehidupan selanjutnya.

Ah, aku mengguman, bukankah kekotoran adalah sumber kehidupan bagi organisme baru lainnya, dan bukankah daun yang membusuk menjadi sumber makanan bagi cacing-cacing?

Bukankah tempat yang kotor adalah tempat yang paling subur ? bukankah rahim berada tepat dibawah dekat dengan bagian yang bau itu ? wkwkww...tak mampu aku menyebutkan karena saru.

Holy land mungkin hanya sebutan bagi mereka yang merindukan kepuasan, kepuasan untuk memenuhi rasa rindu akan sang pencipta mereka ? tapi bagiku tanah dimanapun adalah sama, tempat berdiri, bercocok tanam dan menopang hidup dan suatu saat aku akan kembali ke dalam tanah dan menjadi bahan dasar untuk menopang hidup mahluk lainnya.


10/06/17

Perjalanan Spiritual seorang kutu buku

Saya tidak tahu mengapa saya suka buku...kegilaan terhadap buku sepertinya membuat saya gila.
Kelas 6 SD saya sudah selesai membaca kitab saya, habis dari awal hingga akhir.

Kegilaan membaca buku masih berlanjut sampai SMA, malahan ditahap ini kegilaan saya mencapai puncak, mungkin akibat keinginan untuk mencari jati diri semakin kuat.

Pertanyaan : apa tujuan hidup, apakah aku ADA, dan apa yg dimaksud dengan kesadaran membuat saya gila buku selain saya juga suka sains.

Kebetulan di kota saya ada perpustakaan daerah, saya rutin meminjam buku kesana, bacaanya lumayan berat seperti buku Karl Mark, Stalin dan Leninisme.

Saya terus saja membaca dan menemukan pengetahuan pengetahuan baru yg mungkin bagi sebagian orang itu adalah ilmu terlarang, ha...ha..ha..
Padahal sebenarnya ajaran dan teori itu adalah sumber kebijaksanaan. Sperti pengertian sosialisme, ateisme, bagaimana mengelola kekayaan negara untuk kepentingan bersama.

Atau ajaran Marhaneisme yg sejatinya memuliakan para buruh dan rakyat jelata.

Tapi sudahlah....toh itu tak berpengaruh terhadap ilmu itu sendiri.

Pencarian pun berlanjut melalui buku-buku...saat ini pencarian malah ke dalam diri dan lingkungan saya, saya pun kemudian membaca buku The Da Vinci Code, gambar "cawan anggur" maria, buku Judaisme, atau buku-buku terkait agama, Kahlil Gibran, Angel and demons dll...yg intinya isinya adalah kontroversial.

Buku Buddha tak luput juga dibaca, dan beberapa buku lain yg kontroversial lainnya.

Akhirnya aku tersadar dan memahami mengapa Mother Teresa, Mahatma Gandi, Dalai Lama atau Gusdur bersikap plural dab humanis, mengapa orang orang besar menjadi terhapuskan sekat - sekat kelompoknya dan mengangungkan kemanusiaan dan cinta kasih.

Sains adalah penunjuk arah bagiku, ilmu saja tanpa pembuktian hanyalah omong kosong, saya dulu gemar dengan fisika, biologi dan kimia, saya menyelami pengertian mengenai sel, molekul, atom, elektron, dan lain-lain, saya belajar mengenai asal usul kehidupan tentang sup purba kehidupan.

Bagaimana materi dan anti materi sebagai penyusun dasar kehidupan,, kemudian loncatan kesadaran yg membuat seluruh molekul bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan secara besama dan terorganisir.

Lalu saya mencari pengertian kesadaran melalui filsafat Plato, Socrates, Ibnu rusd, atau Thomas Aquinas (filsafat khatolik),

Saya baca buku politik, machaveli, bagaimana cara memperoleh kekuasaan dengan cara apapun termasuk segala cara.

Saya belajar gold glory gospel, metode dalam penjajahan.

Kebudayaan juga salah satu bagian yg tidak saya lepaskan dari perhatian saya, hasil cipta karsa setiap manusia di muka bumi kita nikmati tanpa ada batasan pengguna, siapa saja boleh termasuk WA ini.

Saya semakin humanis, saya semakin menjadi manusia, bahwa saya akan menghargai setiap manusia dan menghargai sesama, bukan karena apapun, namun lebih karena saya ini manusia

Saat ini pencarian saya masih berlanjut, saya masih membeli buku (meskipun saya bukan orang kaya) saya selalu menyisihkan uang jajan saya untuk beli buku.

Saat ini saya sedang menggemari ajaran spiritualitas, Ajaran Israel dan kejawen jawa sepertinya sangat menarik saat ini.

Saya jarang bicara agama saya, bukan karena saya tidak beriman, tapi karena saya sadar bahwa manusia adalah sumber kelemahan, sejak lahir pun sudah butuh makan, sangat lemah akan godaan.

Makanya saya menghindari pembicaraan soal agama, saya sangatlah lemah soal dosa, ada wanita cantik saja saya langsung noleh (wkwkkwk) naluriah alami lelaki.

Dalam kelemahan dan ketidakberdayaan saya, saya terkadang menjerit kepadaNya, dan bertanya apa tujuanMu menciptakan aku? Aku dengan segala kelemahan, dipaksa berlajan dalam kejamnya kehidupan.

Tapi aku percaya jika pengampunan adalah sebuah hadiah, bukan sebuah pencapaiab atas ibadah, kita manusia lemah sedari lahir, tak akan mampu berjalan seperti malaikat diantara keterbatasan.

Makanya saya tidak pernah dan kalau bisa jangan pernah bicara ibadah.

Salam damai

Bahwa keberagaman hanyalah casing....inti dari kehidupan adalah cinta kasihkasih












Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...