Suatu ketika seorang yang sudah berumur curhat kepadaku mengenai gelar jomlo abadi yang akan disematkan kepadanya. Mengingat umurnya yang hampir kepala empat alias 40 tahun, dia galau setengah mampus, galau akan perjalanan hidupnya yang tidak ending selayak orang-orang pada umumnya yang ada dilingkungannya yang punya anak dan cucu.
Dengan penuh "haru biru" dan bersemangat dia bercerita mengenai kegagalan-kegagalan yang pernah ia alami dalam perjalanan kisah asmara yang ia lalui. Ia bercerita "aku dulu pernah punya pacar bla, bla, bla......, namun karena bla, bla, bla,....... aku menolaknya karna bla, bla, bla..... dan ia puya sifat bla, bla, bla..... yang tidak bisa aku terima ".
Kendala yang ia alami dalam kisah perjalanan asmara yang gagal, hingga keraguan ketika ada calon pasangan yang menurutnyan biasa-biasa saja melamarnya dan ia menolaknya karena belum sesuai dengan harapan. Pada akhirnya ia menolak "telur emas" yang ternyata adalah orang yang cocok dengan dirinya. Ia menyesali ketidaktegasan dan ketidakmampuan dirinya dalam mengambil keputusan untuk memilih pasangan hidup dan ia menderita karena itu.
Satu hal yang bisa kita petik pelajaran dalam hidup adalah Kesempurnaan itu milik Tuhan dan Ketidak sempurnaan adalah milik manusia. Jadi janganlah pernah mengharapkan sesuatu itu sempurna karena itu hanya tindakan yang sia-sia.
Banyak orang gagal membangun suatu hubungan karena dirinya mencari pasangan yang sesuai dengan karakter dan pola pikir yang ia inginkan. Menginginkan pasangan dengan kriteria tertentu dan standar yang terlalu tinggi, dan sejumlah kriteria tertentu seperti pendidikan, status, kebiasaan dan hobi yang sama.
Hal itu sangatlah sulit untuk ditemukan, karena setiap orang terlahir dalam keluarga yang berbeda, latar belakang yang berbeda, mengalami pengalaman hidup yang berbeda, membaca buku yang berbeda dan tentu saja memiliki pola pikir / pandangan yang berbeda.
Jikalau memang ada orang mengharapkan memiliki pasangan yang memiliki karakter, sifat dan kebiasaan yang sama, maka itu sama saja dengan mengharapkan kembarannya sendiri yang menjadi pasangan hidupnya. Sebaiknya dirinya membelah diri dan menjadi dua bagian seperti sebuah amuba yang membelah diri dan menikahi pasangan kembarannya tadi. Maka harapan memiliki karakter, sifat dan kebiasaan yang sama dapat tercapai.
Hal itu tentu saja mustahil terjadi karena manusia tidak berkembang biak dengan membelah diri. Oleh karena itu, mulai sekarang jika anda masih ingin berharap menjalani hidup dengan seorang pasangan maka mulailah menerima perbedaan, mulailah memahami orang lain dan sadarilah bahwa kita juga tidaklah sempurna dan memiliki banyak kekurangan.
Namun sejatinya ketidak sempurnaan itulah sisi KEMANUSIAAN yang sebenarnya. Dalam ketidak sempurnaan itulah kita memerlukan orang lain yaitu pasangan kita yang nanti akan saling melengkapi. Dan mulai sekarang berherntilah usaha mencari dan menikahi kembaran anda, karena itu tindakan yang sia-sia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar