10/07/13

Kisah Dua Anak Kera

Disebuah hutan yang dekat dengan perkampungan hiduplah sekelompok kera. Kelompok kera itu hidup dengan damai antar sesama kera, namun mereka dekat dengan perkampungan manusia mereka sering terlibat konflik dengan manusia karena keberadaan kera dianggap manusia sebagai hama dan sering memakan tanam-tanaman manusia.

Didalam kelompok itu, ada seekor induk kera yang baru saja beranak dan memiliki 2 ekor anak yang imut-imut dan selalu dibawanya kemanapun ia pergi. Karena anak kera itu ada 2, maka sang induk pun menggendongnya, yang pertama dibagian depan, dan anak keduanya digendong di bagian punggung.

Sang induk sangat menyanyangi kedua anaknya tadi, maklumlah naluri seorang ibu, namun sang induk kera ternyata memiliki rasa kasih yang berbeda terhadap kedua anaknya tadi. Anak yang paling disayanginya digendong di bagian depan, namun anak keduanya lagi digendong di bagian punggung.



Anak yang pertama setiap saat mendapatkan kehangatan dari pelukan sang induk dan tidak takut akan jatuh pada saat induknya bergerak diantara ranting-ranting pohon, sedangkan anak kedua harus setiap saat berpegangan pada induknya dan selalu siaga akan pergerakan tak terduga sang induk saat bergerak agar tidak jatuh. Dia juga tidak begitu mendapatkan kehangatan dari sang induk karena hanya mendapatkan kehangatan dari bagian punggung saja.

Entah mengapa sang induk membedakan perlakuan terhadap kedua anaknya tadi, mungkin saja anak pertama lebih imut dibandingkan anak keduanya.

Suatu ketika terdengar suara "DOR", ternyata suara itu muncul dari senapan seorang pemburu, pemburu itu merupakan pemilik salah satu kebun yang pernah disinggahi oleh kawanan kera, kawanan pun bubar berlarian kesegala arah untuk menyelamatkan diri.

"DOR", "DOR", "DOR", suara letusan senapan berlomba-lomba mengejar para kera, melihat hal itu sang induk kera pun meloncat dan melarikan diri secepatnya diantara pepohonan, menyelamatkan diri dan 2 ekor anaknya yang menempel pada tubuhnya.

Dalam pelarian itu lompatan antar cabang-cabang membuat kedua tangan sang induk harus memegang cabang pohon secara bergantian dan tidak ada kesempatan lagi untuk memeluk sang anak yang ada didepannya, akibatnya anak kera yang digendong didepannya yang tadi terbiasa tidak berpegangan terjatuh ke tanah.

Anak kera itu jatuh dan tertangkap oleh sang pemburu, sedangkan anak kedua yang biasa berpegangan dan selalu waspada di punggung sang induk selamat bersama induknya yang melarikan diri ke dalam hutan. Sang induk sangat sedih karena kehilangan anak kesayangannya, namun dia bersyukur masih memiliki anak yang satu lagi.

Anak yang tadinya digendong dipunggung dipindahkan ke depan dan digendongnya. Namun walaupun anak kera itu digendong di depan tapi dia terus berpegangan pada induknya karena sudah terbiasa.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini adalah "Jangan terlalu memanjakan anak, karena hal itu akan membuatnya tidak mandiri dan ia akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidupnya kelak" 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...