02/07/16

Fenomena Rezeki

Ada banyak yang menjadi pemikiran bagi kita manusia, banyak hal yang ternyata hanya ada dalam pemikiran dan idealisme kita saja, pada saat itu sudah tercapai, ternyata lain lagi masalahnya, dan beda lagi ujiannya.

Salah satunya adalah soal rezeki, mungkin kata "rezeki" bagi banyak orang diperspektifkan (dipandang) dalam konotasi positif saja. Andaikan saya punya rezeki yang banyak, saya akan.... atau apabila saya sudah punya uang banyak tentu saja akan membuat kehidupan saya bahagia, ideal, semua bisa dilakukan dan tanpa masalah.

Terlepas memang rezeki bisa menghapuskan salah satu faktor penghambat bahagia, namun ada pula sisi negatif dari sebuah rezeki. Seorang teman mengatakan bahwa "terima lah rezeki sesuai dengan porsimu saat ini". Pada awalnya saya menolak pendapat itu di dalam hati, dan setelah ia berbicara panjang lebar baru saya kemudian menerima pendapat beliau.

Beliau mengatakan "rezeki itu tidak semua baik, rezeki itu ada juga yang MENGHANYUTKAN", menghanyutkan orang-orang yang belum siap menerima rezeki karna belum siap mental dan belum siap menghadapi fasilitas yang disediakan rezeki tersebut beserta potensi perbuatan- perbuatan yang bisa dilakukan dengan rezeki tersebut, baik positif dan negatif.

Saya mengambil kata "potensi" disini karna hal itu bisa terjadi, bisa juga tidak tergantung kematangan jiwa, emosi dan spiritual seseorang. Sebagai contoh ada beberapa orang yang kaya mendadak, namun karna jiwanya belum matang akhirnya ia menggunakan rezeki yang ia peroleh untuk membiayai kenakalan dirinya seperti narkoba, asusila dan tindakan negatif lainnya.

Ada teman yang biasanya duduk di jabatan biasa saja hidupnya normal, imannya kuat dan beribadah normal seperti orang kebanyakan, namun karna mutasi ke jabatan tertentu maka rezekinya berlimpah, dia belum siap untuk menerima rezeki itu, dan terjerumus ke dalam dunia gelap, bercerai dan akhirnya dipecat. Rezeki akhirnya menggulung hidupnya, habis sudah.

Dalam beberapa kehidupan, kehidupan orang-orang berada, pejabat dan publik figur, ternyata hanyalah sandiwara, nampak bahagia, namun sebenarnya sangat rapuh, dan kropos secara hubungan, tidak ada kehangatan dalam keluarga, hanya tipu-tipu dan lip service (kalimat manis/mesra di bibir) dan kamera face to see (nampak manis diluar)

Jadi apapun posisi kita saat ini jangan lupa bersyukur, berharaplah dengan Tuhan dan berupayalah mengendalikan diri sehingga rezeki yang diterima tetap dapat dipergunakan untuk tujuan yg baik, dan jangan pula karna banyak rezeki, jadi nambah niat untuk nambah isteri.

Dibalik pria sukses ada isteri yang luar biasa,.....biar lebih sukses makanya perbanyak istri biar lebih banyak dorongan untuk  sukses ..................hahaha (joke)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...