Dear mantan, maafkan aku yang dulu sedang jadi trending topik di sosial media dengan meme-meme yang lucu dan kocak.
Melihat meme-meme itu secara langsung dan tiba-tiba kita mengingat mantan-mantan yang dulu pernah dekat dan menghiasi sejarah persilatan cinta setiap orang dari kita. Kadang terpikir alangkah kejamnya saya dahulu, alangkah teganya saya dulu, atau alangkah malunya saya dulu diperlakukan oleh "dia".
Hidup memang lucu, berharap jodoh ini malah dapat yang itu, serius dengan yang ini eh terjerat dengan yang main-main. Kadang hidup ini hanya menjalani peran saja, yang mengatur sudah ada. Namun flash back ke masa lalu terkadang lucu-lucuan dan bodoh-bodohan untuk diingat.
Dear sang mantan bukanlah soal saya sukses, dan mantan berada dilevel lebih bawah dari kesuksesan kita, ada banyak faktor yang mempengaruhi kebahagiaan kita saat ini, atau mantan lebih ganteng/cantik dari pada masa lalunya sehingga kita menyesal tidak memilih dia....... jihaaa jd baper !
Dear mantan hanyalah soal ingat masa lalu, bodoh-bodohan, menertawakan diri bahwa begitu banyak kelucuan yang kita lalui sehingga pada tahap ini kita sudah berkeluarga dan punya tanggungjawab yang harus dipikul untuk menghidupi keluarga.
Jadi mantan, mungkin hidupmu lebih baik saat ini, namun kebahagiaan dan kenyamanan hidup bersama seseorang itu lebih berharga daripada wajahmu atau jabatanmu saat ini..... bagi kami kehidupan bukan hanya soal status dan wajah, namun soal kenyamanan berkeluarga, berkehidupan dan menikmati setiap perjalanan hidup, mendidik anak-anak, bermain bersama, berpura-pura bodoh biar bisa masuk ke dunia anak.
Salam damai mantan.....
Aku tidak menyesal tidak bersamamu, dan aku juga tidak dendam kepadamu.
Bagiku dirimu adalah guru kehidupan bahwa mungkin sebagian besar umat manusia melewati fase itu, dan kita bisa belajar saat itu untuk kita koreksi saat ini dan bekal untu masa yg akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar