27/06/16

Pangkat dan Jabatan, Berkah atau Musibah ?

Cerita ini murni pemikiran seorang manusia yang sedang merenung, bukan karna ada motif tertentu, atau karena iri, dengki, dan kata negatif lainnya.

Dahulu ketika si Budi pertama kali dilantik dan mendapatkan jabatan, seorang rohaniwan diundang ke rumahnya untuk mengucapkan doa syukur, dan si Budi pun mengundang tetangga-tetangganya untuk sekedar makan bersama seadanya sebagai bentuk rasa syukur.

Dengan gembira, sanak keluarganya bernyukur atas kesuksesan si Budi yang mendapatkan jabatan, dan menyelipkan doa-doa harapan agar si Budi menjadi orang besar yang memiliki jabatan yang tinggi dan bisa menopang saudara-saudaranya, atau orang sekampungnya.

Tahun berganti, tak terasa sudah 38 tahun si Budi mengabdi pada nusa dan bangsa, dihampir akhir masa tugasnya tersiar kabar bahwa si Budi tertangkap karna permasalahan korupsi, akhirnya si Budi minta pensiun dini dan menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara.

Kehidupan, memang masih misteri, dalam pemikiran banyak orang, jabatan mungkin dianggap total adalah sebagai berkah, namun boleh kita renungkan kembali, terkadang jabatan adalah musibah jika seseorang yang diberi jabatan tidak mampu menempatkan diri dan mengendalikan hawa nafsunya.

Jabatan bisa menjadi alat untuk mencoba kekuatan iman seseorang, melalui jabatan seseorang bisa terperangkap dalam perilaku tidak adil, karna ia dipengaruhi oleh kepentingan dirinya atau kepentingan atasan diatasnya. Melawan maka ia tersingkir !, dalam banyak hal beberapa orang terpaksa berbuat curang karna ia tidak mampu melawan tekanan dari atas.

Mari kita pikir kembali, jika mendapat jabatan, apakah jabatan itu berkah, musibah atau cobaan ?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...