Dalam beberapa aktivitas kita, mungkin banyak hal yang berbeda dari ritualitas yang kita lakukan sehari-hari, salah satunya adalah mengenai ulang tahun, ritual keagamaan dan kegiatan ulangan lainnya.
Meskipun ini berlawanan dengan yang kita lakukan dalam adab kebiasaan kita, namun perlu kita pikirkan kembali apa yang kita lakukan, apakah memang benar yang kita lakukan pada waktu terdahulu atau yang akan datang mengenai arti "waktu", bagaimana ia bekerja dan apakah memang benar ada pengulangan.
Menurut Albert Einstein, waktu itu memanjang, memelar sepeti karet yang ditarik, dan tidak akan kembali, maka sebenarnya tidak ada ulang tahun maupun ritual tahunan perayaan-perayaan keagamaan, maupun acara lainnya.
Makanya dalam beberapa acara, yang kegiatan pengulangan suatu kegiatan diberi kalimat awal "peringatan", peringatan dimaksud adalah untuk mengingat kejadian masa lalu, bukan untuk mengulang kejadian seperti dalam "keadaan yang sebenarnya dimasa lalu".
Mungkin sebagian orang tidak setuju akan pemikiran seperti ini, namun mungkin hal ini ada benarnya, bahwa waktu itu tidak berulang dan tidak dapat kembali ke awal, hanya manusialah yang membuat hitungan berdasarkan pola tertentu, untuk dapat melakukan pengukuran waktu.
Makanya setiap suku bangsa di dunia memiliki cara sendiri untuk menghitung waktu mereka, seperti kalender Cina, kalender Jawa, Kalender Hijriah, kalender masehi, kalender suku Maya, dll, berbeda-beda pola, metode, namun kita semua berada pada ruang dan waktu yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar