Suatu ketika si Budi sedang mengendarai sepeda motor miliknya untuk pergi ke rumah ibadah, ia berpakaian yang rapi, maklum saja, dia baru saja mandi dan menggunakan minyak wangi, karena di dalam hatinya ia berpikir jikalau ia akan menghadap Tuhan, maka ia harus rapi, bersih dan wangi, itulah bentuk penghormatannya kepada Tuhan.
Ditengah perjalanan ia melihat si Anto yang sedang berdagang, ia lalu bertanya di dalam hatinya, mengapa si Anto ini masih berjualan di hari yang diwajibkan baginya untuk beribadah ?, bukankah hari itu adalah harinya Tuhan, hari untuk memuliakan Tuhan setelah beberapa ia hari bekerja. Maka timbullah pikiran di dalam otaknya, bahwa si Anto ini tidak menghargai Tuhan, tidak taat, rakus akan keduniawian dan materi mengatur hidupnya.
Secara tiba-tiba masuklah Iblis ke dalam relung-relung hatinya, dan membisikkan kepada si Budi bahwa Anto adalah seorang pendosa yang derajatnya lebih rendah di mata Tuhan, maka mulailah tatapan si Budi menjadi sinis kepada Anto, dan secara tidak sadar, muncullah jiwa eksklusif di dalam jiwa Anto.
Didalam pertemuan-pertemuan ibadah lain, atau perkumpulan-perkumpulan doa, si Budi menganggap saran dan masukan dari si Anto tidak perlu dipertimbangkan, karna ia jarang beribadah, dan lebih banyak bekerja daripada berkecimpung di dalam rumah Tuhan.
Kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak contoh dalam kehidupan yang mana permasalahan seperti ini timbul, padahal hal seperti ini tidaklah perlu terjadi, bukankah bekerja dan menghidupi keluarga dengan bekerja keras adalah sebuah bentuk "ibadah". Mengupayakan kehidupan yang baik dan berjuang demi anak keturunan berikutnya bukan bentuk ibadah.
Menolong sesama, melalui karya pekerjaan yang berguna bagi sesama juga bentuk ibadah ?, bekerja dengan waktu kerja yang teratur atau dengan istilah-istilah "piket", "Shif siang/malam" atau "pengamanan" yang waktunya tidak bisa diatur sesuai keinginan karna menyangkut keselamatan jiwa seperti tenaga kesehatan dan keamanan bukan bentuk ibadah ?
Ibadah, bukanlah sekedar kegiatan seremonial, harus hadir pada suatu tempat, kemudian melakukan kegiatan sesuai protokol, lalu berakhir, Ibadah memiliki makna yang sangat luas, termasuk didalamnya berbuat baik dengan sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar