Aspek jati diri, tentu harus menjadi sebuah pemikiran
sebelum melakukan sesuatu, apa tujuan hidup, siapa saya di dalam semesta ini
dan apa tujuan saya terlahir dan berada di dunia ini.
Layakkah berbuat begini dan apa sebenarnya yang bisa
dilakukan untuk bisa bertahan hidup dan menjalani kehidupan di dunia ini.
Sebagian kecil orang telah melupakan jati diri dan
kehilangan martabatnya dengan berbuat sesuatu yang sebenarnya sangat hina yaitu
dengan menjual diri. Kemiskinan menjadi alasan untuk berbuat demikian dan
masalah menjadi pembenaran untuk berbuat demikian.
Sekian persen orang di dunia hidup dengan cara menjual diri,
melupakan Tuhannya, melupakan moral mereka dan menjadikan dirinya sebuah benda
yang bisa diperjual belikan kepada orang yang berduit.
Hidup memanglah sulit dan bisa dikatakan sangat sulit, hanya
saja apakah tidak ada jalan lain selain menjual Tuhan dan penciptaannya hanya
karena untuk bertahan hidup. Begitu miskinkah Tuhan hingga rela menjual hasil
ciptaannya yang sempurna ?
Atau begitu sulitkah kehidupan sehingga tak ada lagi solusi
lain yang bisa ditempuh selain menjual jiwa yang telah diberikannya kepada
kita. Begitu berhargakah uang ratusan ribu atau jutaan sekalipun sehingga bisa
membeli ajaran yang Dia ajarkan melalui nabiNya?
Ataukah Tuhan yang maha baik hanya berlaku bagi burung yang
bangun dipagi hari dengan perut kosong dan tidur di malam hari dengan perut
kenyang setelah seharian kesana-kemari mencari makanan ?.
Kita diberi pikiran dan diberi kebebasan untuk bebas memilih
untuk bekerja keras atau malas-malasan dan diberi pikiran negatif dan positif,
jadi gunakanlah itu untuk menjalani hidup dihadapanNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar