Sunggung memang saya malu saat membaca ini, ini tentang
sebuah penelitian yang dilakukan oleh negara barat sana, saya lupa nama
negaranya. Isi penelitiannya kurang lebih mengatakan ternyata penduduk negara berkembang
seperti Indonesia pendapatannya sebesar 30% digunakan untuk membeli rokok.
Saya tertegun membacanya, dan berusaha mengamati sekeliling
saya, dan itu bisa dikatakan benar. Bahwa benar lingkungan saya ternyata
prianya rata-rata perokok dan di tempat kerja saya 8 dari 10 karyawannya
ternyata perokok.
Di semua profesi pekerjaan, mulai dari buruh bangunan hingga
pejabat tinggi dan pengusaha ternyata perokok dan penghasilan masyarakat banyak
habis untuk membeli rokok daripada untuk kebutuhan lain seperti kesehatan dan
asuransi. Sementara negara berkembang telah memposkan sebagian penghasilan
mereka untuk investasi dan asuransi.
Ternyata rokok menjadi kebutuhan pokok di dalam masyarakat
Indonesia setelah beras. Miris memang, tapi itulah potret bangsa kita. Banyak
upaya telah dilakukan, mulai dari pelarangan iklan rokok di media massa,
tulisan merokok itu merusak kesehatan di bungkus rokok dan larangan merokok di
tempat umum dengan payung hukum Perda.
Pajak rokok pun ditingkatkan agar masyarakat merasa berat
untuk merokok, namun cara itu tetap saja kurang efektif karena ternyata
permintaan terhadap rokok terus meningkat dan tak pernah mengalami penurunan.
Itulah keadaan masyarakat kita saat ini, kecanduan terhadap
rokok tenyata sudah sangat akut dan sulit untuk disembuhkan, 30% persen dari
penghasilan digunakan untuk membeli sesuatu yang merusak kesehatan. Racun
nikotin, tar dan lain-lain yang merupakan racun dihirup setiap hari, mulai dari
satu bungkus perhari atau beberapa bungkus dimana satu bungkus rokok S******
saat ini berharga sekitar 13 ribu.
Jadi dalam satu hari bisa menghabiskan Rp.26 ribu dan bila
dikalikan 30 hari, maka nilainya sekitar Rp.700 ribu. Dimana standar gaji
bersih karyawan adalah sekitar 2 juta, maka penelitian negara tersebut bisa dikatakan
benar.
Memang sangat sulit untuk berhenti merokok, rokok memiliki
zat yang bisa membuat otak rileks, berhenti merokok mungkin bisa dilakukan saat
pikiran sedang tenang, namun saat pikiran sedang stres rokoklah yang bisa
mengurangi stres itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar