Bunuh diri, secara statistik meningkat jumlahnya belakangan
ini. Banyaknya bunuh diri disebabkan stres yang tinggi akibat keadaan keuangan
atau masalah yang tidak terpecahkan yang dialami oleh seseorang.
Negara Cina adalah rekor tingkat bunuh diri saat ini,
mungkin saja jumlah penduduk yang sangat tinggi memicu persaingan yang tinggi
pula, sehingga banyak masyarakatnya yang melakukan bunuh diri.
Bunuh diri secara agama dipandang sebuah dosa yang besar
karena menghilangkan nyawa sendiri dan merampas kewenangan Tuhan sebagai
pemberi kehidupan. Bunuh diri merupakan tindakan yang tercela dan banyak orang
yang meyakini jika melakukan bunuh diri, maka mereka akan masuk neraka.
Terlepas dari ancaman keyakinan bila melakukan bunuh diri
akan masuk neraka, perlu perenungan dan alasan untuk tidak memikirkan bunuh
diri apalagi melakukan bunuh diri. Setiap orang yang bunuh diri biasaya dipicu
adanya rasa putus asa dan tidak sanggup lagi untuk menjalani kehidupan.
Putus asa sebenarnya tidak akan terjadi bila kita berpikiran
jernih dan mencoba mengamati sekeliling kita. Lingkungan adalah laboratorium
kehidupan yang bisa diamati dengan mudah. Lihat lingkungan, masih banyak orang
lain yang lebih kekurangan dari kita, bisa mereka cacat, tidak berpenghasilan
dan setiap hari berkutat dengan masalah kehidupan.
Masih banyak orang yang cacat meminta-minta di lampu merah
dan ada lagi yang buta dan hanya berdiam diri di rumah tanpa bisa melakukan
apa-apa. Mereka terus berjuang hidup dalam keterbatasan mereka. Lalu apa alasan
kita untuk berpikir bunuh diri ?.
Tuhan masih menyayangi kita, memberikan segala sesuatu yang
menurutNya pantas kita miliki. Apakah kita masih berpikir untuk boleh bunuh diri ?
Apakah mahluk yang berahlak dan mulia seperti manusia hanya patut berpikir dalam
keputusasaan, sementara banyak yang lebih susah dari kita.
Bersyukurlah bagi kita yang hidup, dan menjalani hidup. Lihat
saja rumput yang diciptakan oleh Tuhan, rumput yang tidak berjiwa dan berahlak,
setiap hari selalu bersyukur menyambut matahari pagi, dengan akar lemahnya
terus mencai sumber air dan nutrisi agar ia bisa tumbuh dan berfotosintesa,
hasil foto sintesanya adalah O2, sumber nafas bagi mahluk lain. Tanpa
mengharapkan apa-apa, tak diingat mahluk lain saat O2 hasil sintesa makanan
mereka adalah berasal dari rumput itu.
Mahluk yang tak berjiwa itu berupaya terus hidup dan
memberikan kontribusi bagi mahluk lain, walaupun ia hidup di tanah gersang atau
subur, mereka tidak peduli, yang penting mereka hidup ! dan menghasilkan sesuatu bagi mahluk lainnya. Lalu apakah kita tidak
malu kalah dengan mereka ? Ayo semangat ! Hidup harus terus berjalan tak peduli
bagaimana keadaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar