24/06/13

Kekelaman dunia bisnis dibalik rayuan kesuksesannya (dari sisi tenaga kerja/SDM)

Berbisnis dan memperoleh kesuksesan adalah sebuah kebanggaan, kesuksesan dunia bisnis menjadi impian berjuta-juta orang di seluruh dunia. Memang siapa yang tidak mau sukses dan memperoleh kemakmuran dan menikmati hidup dengannya.

Tetapi dibalik kesuksesan bisnis sebenarnya banyak orang yang merasakan penderitaan, penderitaan menjadi tangga yang harus dilalui oleh begitu banyak karyawan dalam perusahaan itu.
Memang hal itu secara hukum ekonomi lumrah dan merupakan aturan dasar agar perusahaan tetap eksis dan bisa menggaji karyawan lainnya.

Pernahkah kita sadari bagaimana kesejahteraan para buruh yang menopang berdirinya sebuah perusahaan, agar perusahaan bisa sukses dan memperoleh laba/keuntungan maka biaya produksi harus ditekan habis apalagi menghadapi lawan saing yang memproduksi barang yang sama.

Kembali ke awal salah satu aspek yang utama dalam produksi / jasa adalah adanya tenaga kerja. Tenaga kerja menjadi sangat penting, karena tanpa tenaga kerja maka perusahaan tidak akan menghasilkan apapun.
Upah tenaga kerja harus ditekan serendah mungkin, bila perlu karyawan tidak digaji agar perusahaan bisa untung, karena prinsip ekonomi yang dasar adalah “dengan modal sekecil-kecilnya diperoleh keuntungan sebesar-besarnya”.

Maka tak heran sampai kapanpun konflik antara perusahaan dan tenaga kerja akan terus terjadi dari dulu hingga nanti saat perusahaan mati, atau gulung tikar. Lihat saja diberbagai jenis perusahaan mulai dari usaha rumahan hingga perusahaan besar, konflik antara perusahaan dan tenaga kerja akan terus terjadi.

Beberapa perusahaan yang memulai dari bawah dan baru berkembang gaji yang dibayarkan kepada para buruhnya sangatlah kecil, bahkan bisa dikatakan tidaklah manusiawi. Karyawan rumah makan yang hanya digaji Rp.300.000,- perbulan atau perusahaan pembuat tahu yang menggaji karyawan hanya dengan Rp.500.000,-. Belum lagi jam kerja yang dari pagi sampai malam membuat sang buruh akan sakit paru-paru karena TBC akibat lemahnya daya tahan tubuh karena kecapekan bekerja.

Sungguhlah tidak wajar jika saat ini memiliki penghasilan 300 ribu perbulan, untuk makan saja itu tidaklah cukup, jangankan untuk membeli pakaian, berpikir saja jauh. Tapi itulah potret dunia bisnis, kejam dan tak peduli. Kejam dan tak peduli adalah modal yang harus dimiliki oleh pengusaha jika pada saat memulai sebuah usaha karena pada intinya siapa pun tidak akan peduli apabila perusahaan yang ia bangun mengalami bangkrut atau gulung tikar.

Maka sebelum anda turun ke dunia bisnis, bangunlah mental anda sekeras baja, jika tidak maka tinggal menunggu saja waktunya anda akan jatuh dan mengalami kebangkrutan.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...