Dalam kehidupan sosial kita manusia sering kali terjadi perbedaan pendapat, perbedaan pendapat dan perbedaan cara memandang sebuah masalah.
Hal tersebut tidaklah menjadi masalah ketika kita semua bisa menahan diri untuk tidak berbuat kekerasan terhadap sesama, namun jika kecenderungan perbedaan tadi ditanggapi dengan ekstrim maka yang terjadi adalah tindakan-tindakan radikal yang merugikan kemanusiaan.
Jika kita menggunakan akal sehat kita dan merenungi proses kehidupan ini, maka kita tidak akan berbuat radikal, bahwasanya kita semua "diciptakan" oleh lingkungan kita . "Kita" mencapai kesadaran kita melalui pembelajaran-pembelajaran yang kita terima dari sekeliling kita. Orang-orang disekeliling kita menanamkan aturan dan norma-norma yang ada dilingkungan kita dimana kita dilahirkan.
Berbagai macam media lain disekitar kita seperti buku, televisi, radio, majalah, koran, stiker, budaya dan lain sebagainya masuk ke dalam otak dan hati kita untuk dijadikan referensi informasi yang kita pegang dan kita terapkan sebagai pedoman hidup kita.
Layaknya sebuah CPU yang setiap hari dimasukkan flasdisk dan ditambah datanya setiap hari, seperti itulah otak kita, diberikan informasi, diupgrade dengan pengetahuan-pengetahuan baru dan norma-norma baru yang akan digunakan sebagai pedoman hidup.
Yang menjadi masalah adalah pikiran orang timur tidaklah sama dengan pikiran orang barat, budaya kutup utara tidaklah sama dengan budaya mediteran, sehingga kita ada kecenderungan untuk melakukan penolakan terhadap sesuatu yang berbeda dengan pemikiran kita sendiri. Belum lagi kepentingan-kepentingan manusia untuk bertahan hidup dan meneruskan generasinya yang merupakan insting alami memperparah kondisi potensi konflik antar sesama manusia.
Jadi jikalau kita bisa memahami sedikit pola-pola hidup, maka kita akan maklum jika seseorang berbeda dengan kita, wajar saja, lingkungan dan informasi yang membentuk karakternya berbeda. Tidaklah harus orang lain harus sama dengan kita, biarkanlah perbedaan menjadi sumber keindahan dan kebersamaan kita sebagai sesama mahluk Tuhan.
#salam perdamaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar