Status ini pertama kali saya baca di sebuah status seorang
teman di facebook. Singkat memang kalimatnya namun memiliki makna yang besar
dan jujur.
Sewaktu kita kecil, saat ditanya orang tua pasti jawaban
kita rata-rata besar, ada yang ingin menjadi Pilot, Dokter, Tentara, Pengacara,
Astronot dan lain-lain. Kita menjawabnya dengan sangat yakin dan mengatakannya
kepada setiap orang yang bertanya.
Impian itu dihayalkan sebelum tidur dan menjadi pemacu
semangat untuk bersekolah dan menjalani hidup. Namun saat menginjak remaja dan
mengerti apa itu uang dan keadaan kita, kita semakin ragu untuk menjawab jika
ditanya apa cita-cita kita. Kurang yakin akibat berbagai macam kesulitan yang
ada disekeliling kita dan memahami keadaan keluarga.
Saat dewasa, saat ditanya apa cita-cita kita, maka jawaban
kita cenderung ‘nrimo” keadaan saja. Yang pentig bisa hidup, itulah jawaban
yang biasanya ditemui bila orang dewasa ditanya. Hanya sebagian kecil saja
orang yang lantang menjawab cita-citanya saat ditanya.
Itulah kehidupan, saat kecil pengetahuan akan sesuatu
sedikit, maka kita berani untuk bermimpi besar dan berani dengan lantang untuk
mengatakannya. Namun saat kita sudah “pintar” menurut kita malah kita menjadi
ciut nyalinya.
Memang menjadi bodoh dan tidak peduli dengan apa yang akan
terjadi terkadang ada gunanya, lihat saja gaya bisnis Bob Sadino. Dia memakai
cara yang paling bodoh untuk memulai usaha yang penting “mulai saja”. Itulah tips
yang paling manjur dari Bob Sadino.
Terlalu banyak berpikir tanpa ada action sama saja dengan
bohong, pelajaran usaha itu tidak akan didapat bila tidak mempraktekkannya
secara langsung. Terlalu pandai berhitung untung-rugi diatas kertas dan takut
rugi hanya akan membuat seseorang tidak akan pernah memulai sebuah usaha
apapun.
Jadi apakah anda masih memiliki impian ? Impian untuk
hidup sukses dan hidup secara layak dan bersedia mempertahankan impian anda
sebelumnya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar