02/07/13

Memanjakan Anak, Sama Halnya dengan Meracuninya Perlahan-lahan

Menyayangi anak adalah naluri alami orang tua terhadap anak, bukan hanya manusia hewan juga tidak akan tega untuk membunuh anaknya sendiri.

Menyayangi anak memanglah baik bagi pertumbuhan jiwa dan mentalnya, namun terlalu menyayangi anak adalah tindakan yang kurang baik. Karena akan menjadi racun yang merusak jiwa dan mentalnya ketika dewasa.

Banyak orang tua yang terlalu memanjakan anak sehingga saat anak dewasa tidak bisa menjalani hidup dan bersaing dengan manusia lain dalam bertahan hidup.

Lihat saja, anak yang terlalu dimanjakan dirumah, tidak pernah diberikan pekerjaan dan tanggung jawab saat masih kecil, akan menemui masalah ketika ia mulai bersekolah diluar kota. Tak terbiasa bekerja membuatnya mengalami kesulitan dalam mengurus diri saat jauh dari orang tua.

Anak yang semua keinginannya dituruti pada saat dewasa akan sulit untuk membangun keluarga dengan pasangannya, karena rasa egonya sangat tinggi mengingat kebiasaannya saat muda bersama orang tuanya.

Anak yang terbiasa boros dan tidak bisa menabung saat kecil, akan mengalami masalah keuangan pada saat dewasa, karena tidak dapat memanajemen penghasilannya.

Banyak orang tua yang akhirnya menyesali cara mendidik sang anak ketika ia sudah tua dan melihat bagaimana cara hidup sang anak, namun sudah terlambat karena karakter dan mental sang anak tidak bisa lagi dibentuk karena sudah dewasa. Ibarat tanaman karakternya sudah mengakar dan menjadi kayu, beda dengan merubah karakter waktu kecil, masih mudah dibentuk karena ibarat masih berupa tunas.

Oleh karena itu untuk mendidik anak perlu ditanamkan sifat kemandirian, pekerja keras dan hemat, agar ketika dewasa nanti sanggup hidup dan bersaing dalam kehidupan ini. Tak bisa dipungkiri hidup ini seperti seleksi alam yang pandai menyesuaikan diri dan bertahan dalam menjalani kehidupan itulah yang akan eksis, sedangkan yang tidak mampu bersaing maka akan tertelan oleh situasi.

Semoga bermanfaat ........!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...