Korupsi adalah momok yang
menjijikkan dan paling dicemooh saat ini. Namun dalam hati mungkin banyak orang
yang sebenarnya juga ingin melakukan korupsi, hanya saja mereka tidak bisa
melakukannya karena tidak punya kesempatan untuk melakukan korupsi.
Ternyata dampak korupsi tidak
hanya terjadi pada kegagalan proyek yang dikorupsi atau kegagalan untuk
mencapai tujuan seperti yang diharapakan dengan keluarnya uang negara, namun
korupsi sebenarnya juga membuat “dampak sistemik” dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Mental yang rusak, persaingan
tidak sehat, ketidakpercayaan terhadap sistem, dan mungkin keputusasaan adalah
berbagai dampak dari korupsi, dan masih banyak dampak lainnya.
Dan yang membayar semua kegiatan
korupsi itu adalah masyarakat. Kita tahu untuk menerbitkan ijin usaha tentu
memiliki banyak persyaratan yang harus dipenuhi, seperti SIUP (surat ijin
Usaha), SITU, (Surat ijin Tempat usaha), HO, AMDAL, dll, jika semua ini diurus
dengan cara sesuai prosedur, maka izin tersebut akan keluar beberapa tahun
lagi, tapi jika diurus dengan tambahan amplop pelicin, maka akan cepat keluar.
Nah biaya-biaya yang menjadi
bengkak saat pengurusan atau perpanjangan tadi, tetap dihitung oleh pelaku usaha
yang nantinya menjadi biaya produksi, nah barang yang dihasilkan juga menjadi
lebih mahal saat dibeli konsumen.
Korupsi adalah perbuatan curang
dan merusak semua segi tatanan kehidupan, namun banyak orang yang memanfaatkan
cara-cara itu untuk menjalani hidupnya, untuk itu kita harus terus melakukan
perlawanan untuk menghilangkan korupsi sebisanya. Tidak bisa berbuat paling
tidak kita mencemooh dan tidak bisa mencemooh paling tidak kita bisa mendoakan
agar korupsi bisa habis dari kehidupan negara kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar