27/06/13

Korupsimu Kami yang Membayarnya



Korupsi adalah momok yang menjijikkan dan paling dicemooh saat ini. Namun dalam hati mungkin banyak orang yang sebenarnya juga ingin melakukan korupsi, hanya saja mereka tidak bisa melakukannya karena tidak punya kesempatan untuk melakukan korupsi.

Ternyata dampak korupsi tidak hanya terjadi pada kegagalan proyek yang dikorupsi atau kegagalan untuk mencapai tujuan seperti yang diharapakan dengan keluarnya uang negara, namun korupsi sebenarnya juga membuat “dampak sistemik” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mental yang rusak, persaingan tidak sehat, ketidakpercayaan terhadap sistem, dan mungkin keputusasaan adalah berbagai dampak dari korupsi, dan masih banyak dampak lainnya.

Dan yang membayar semua kegiatan korupsi itu adalah masyarakat. Kita tahu untuk menerbitkan ijin usaha tentu memiliki banyak persyaratan yang harus dipenuhi, seperti SIUP (surat ijin Usaha), SITU, (Surat ijin Tempat usaha), HO, AMDAL, dll, jika semua ini diurus dengan cara sesuai prosedur, maka izin tersebut akan keluar beberapa tahun lagi, tapi jika diurus dengan tambahan amplop pelicin, maka akan cepat keluar.

Nah biaya-biaya yang menjadi bengkak saat pengurusan atau perpanjangan tadi, tetap dihitung oleh pelaku usaha yang nantinya menjadi biaya produksi, nah barang yang dihasilkan juga menjadi lebih mahal saat dibeli konsumen.

Korupsi adalah perbuatan curang dan merusak semua segi tatanan kehidupan, namun banyak orang yang memanfaatkan cara-cara itu untuk menjalani hidupnya, untuk itu kita harus terus melakukan perlawanan untuk menghilangkan korupsi sebisanya. Tidak bisa berbuat paling tidak kita mencemooh dan tidak bisa mencemooh paling tidak kita bisa mendoakan agar korupsi bisa habis dari kehidupan negara kita.

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...